MEMBALONG – Tradisi adat dan silaturahmi bergema di Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, pada Minggu (6/4/2025).
Bertempat di kediaman Ketua Forum Kedukunan Adat Belitung (FKAB), Dukun Muktie Maharif, digelar acara akbar Maras Taun dan Halal Bihalal, yang dihadiri para tokoh penting dari Belitung dan Belitung Timur (Beltim).
Acara yang sarat makna ini dihadiri langsung oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, Wakil Bupati Belitung Syamsir, Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani, serta unsur Forkopimda dari Belitung dan Beltim. Turut hadir pula perwakilan dari Dandim 0414 Belitung, polres, para tokoh agama, tokoh masyarakat Ketua LAM Tanjungpandan Alpian, Ketua LAM Kecamatan Membalong Hasbi, serta Ketua Lembaga Adat Desa Melayu dan para dukun se-Pulau Belitong.
Prosesi Maras Taun dibuka dengan lantunan doa syukur yang dipimpin para tetua adat, sebagai ungkapan terima kasih atas hasil panen yang diperoleh serta doa untuk keberkahan hasil tani di tahun mendatang. Usai doa, dilaksanakan ritual penyiraman air yang telah dicampur daun Nereuse dan Ati-ati, sebagai simbol membuang kesialan dari kehidupan warga desa.

Puncak acara meliputi rangkaian doa yang mempertegas makna Maras Taun sebagai momentum untuk meninggalkan masa lalu dengan penuh rasa syukur dan mengharapkan kebaikan di masa depan.
Dalam sambutannya, Ketua FKAB Muktie Maharif mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Forum Kedukunan Adat Belitung yang telah berdiri selama 13 tahun menjadi bukti nyata komitmen masyarakat adat dalam mendukung pembangunan di Pulau Belitong.
“Semoga kita di Pulau Belitong, baik di Belitung maupun Beltim, selalu diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala musibah,” harap Muktie, seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang mendukung suksesnya acara tersebut.
Rangkaian kegiatan ini menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat tali persaudaraan antar masyarakat di Pulau Belitong.*













