Home / Bangka Belitung / Maras Taun di Kampong Sungai Padang
IMG_20221204_171415

Maras Taun di Kampong Sungai Padang

Bagikan :

SIJUK: Maras taun di Kampong Sungai Padang yang bertempat di Rumah Kik Dukun Pak Djamaudin (dukun Tua) di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, pada hari ini, Minggu 4 Desember 2022.

Acara kegiatan ini dihadiri Perwakilan Camat Sijuk, Ketua LAMBEL (Lembafa Adat Melayu Belitung)  Drs.H. Abdul Hadi Adjin beserta pengurus LAMBEL Achmad Hamzah, Ismail Mihad, Kades Sungai Padang Sukiman, BPD Sungai Padang, Ketua lambel desa Pak Syauur dan Ketua BPD Syahroni, lebay, dukun, Wakil dukun, dukun Aik, tokoh pemuda, tokoh masyarakat.

Ritual Maras Taun ini diawali kegiatan kesalan ini dipimpin tetua adat yang digelar lantunan doa syukur atas panen yang telah diperoleh dan doa untuk permohonan keberkahan untuk panen di tahun depan.

IMG_20221204_171540

Usai doa, tetua adat menyiramkan air yang telah dicampur dengan daun Nereuse dan Ati-ati. Ritual penyiraman ini dilakukan sebagai simbol membuang kesialan bagi warga desa. Secara umum, puncak ritual Maras Taun ini terdiri dari beberapa rangkaian acara yakni doa awal, tepong tawar Belitung dan doa penutup.

Usai pembacaan doa dan ritual penyiraman, dilanjutkan dengan acara berebut lepat. Lepat sendiri adalah makanan yang dibuat dari beras ladang dengan warna merah dengan isian daging cingcang atau potongan ikan. Nantinya lepat-lepat berukuran kecil yang dibuat dengan jumlah ribuan ini akan dibagi kepada warga masyarakat. Nah saat lepat kecil dibagi, masyarakat akan berebut untuk mengambilnya. Acara berebut lepat sendiri menjadi simbol kebahagiaan dan kegembiaraan masyarakat atas hasil panen yang diperoleh.

Adapun makna maras tahun pada hakikatnya adalah tradisi Maras Taun yakni masyarakat yang meninggalkan tahun lalu dengan ucapan penuh rasa syukur dan juga permohonan agar di tahun depan banyak hal baik yang diperoleh.
Dalam sambutannya Ketua LAMBEL Drs. H. Abdul Hadi adjin ucapan terimakasih atas undangannya dan mengajak semua masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya serta lestarikan Lingkungan Hidup.*