TANJUNGPANDAN – Kegiatan Orientasi Pendidikan Gizi Bagi Kader PKK Dalam PMT (Pemberian Makan Tambahan) Berbasis Pangan Lokal, bertempat di Hotel Grand Hatika Belitung, baru baru ini.
Hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Melati Erzaldi, yang sekaligus narasumber, perwakilan dari ibu-ibu PKK desa lokus stunting yang memiliki tingkat stunting di atas 20%, delapan desa berasal dari Kab. Belitung dan empat desa berasal dari Kab. Belitung Timur.
Selain itu, hadir juga peserta juga berasal dari PKK Kec. Sijuk, Kec. Selat Nasik, Kec. Simpang Pesak, Kec. Manggar, Kab. Belitung, serta Kab. Belitung Timur dengan total peserta 36 orang.
Adapun acara ini berlangsung 11 hingga 13 Februari 2020 dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pendidikan gizi serta pemberian makanan tambahan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dalam pengelolaan bantuan dari pemprov untuk pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, seperti ikan teri dan lain-lainnya.

Sebagai narasumber, dalam acara itu, Istri Gubernur Babel ini berbagi ilmu tentang Peran TP PKK dalam Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil/Menyusui dan Balita.
Melati Erzaldi beri apresiasi terhadap Desa Simpang Pesak yang berhasil dengan Inovasinya mengembangkan Program Cafe Sehat.
Ia juga ingatkan tentang pentingnya tugas sebagai kader PKK, karena mitra pemerintah dan memberikan manfaat kepada masyarakat hingga keluarga.
Melati Erzaldi juga sebut pemberian makanan Tambahan (PMT) yang diberikan sebagai selingan, dengan bentuk kudapan atau makanan penuh. Hal ini bertujuan untuk belajar memberikan makanan lokal yang dibuat sendiri dengan memperhatikan keseimbangan kandungan makanan sebagai pemulihan gizi untuk ibu hamil/menyusui.
Melati Erzaldi juga beri gambaran tentang konsep pelaksanaan hingga praktik keseluruhan dalam mempersiapkan makanan dengan kandungan yang seimbang dan sehat serta menarik untuk didistribusikan kepada sasaran.
Pada akhirnya, kata Melati, pemenuhan gizi yang seimbang ditujukan untuk menekan angka stunting. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan bayi.
“Tidak hanya pembiasaan PMT yang diberikan satu kali dalam 24 hari tetapi juga pola asuh yang baik dapat menekan angka stunting dengan pengawasan sebelum dan sesudah program PMT,” ujarnya.
Pada acara itu, dilakukan sharing bersama para peserta dengan Bunda Melati Erzaldi. Para peserta memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman dan bertanya kepada Ketua TP PKK Melati Erzaldi. *Tim












