Menggandeng Pergguruan Tinggi Philipina, Andri Wakil peneliti UT Tanda Tangan Kontrak Penelitian

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan meningkatnya daya saing peneliti Indonesia dalam membangun kolaborasi riset internasional yang inovatif dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

TANGERANG SELATAN– Pengumuman hasil seleksi Proposal Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dan Program Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (PMI) Tahun 2026 menjadi kabar yang paling dinanti para peneliti di lingkungan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Melalui surat bernomor 020/ALP/TU/V/2026 tertanggal 6 Mei 2026, Asosiasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Badan Hukum resmi mengumumkan daftar proposal penelitian yang dinyatakan lolos pendanaan.

Ketua Asosiasi, Prof. Dr. R. Benny Riyanto, S.H., M.Hum., C.N., dalam Keputusan Nomor 002/ALP/HK/V/2026 menetapkan para penerima pendanaan Program Riset Kolaborasi Indonesia Skema A, B, dan C serta Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia Skema A dan B Tahun 2026.

AddText 05 12 03.01.29

Program RKI sendiri dikenal sebagai salah satu program penelitian paling prestisius di lingkungan PTN-BH. Pada Skema A, penelitian dilakukan melalui kolaborasi antar-24 PTN-BH dengan minimal dua peneliti dari perguruan tinggi berbeda. Sementara Skema B melibatkan mitra riset lain seperti BRIN, perguruan tinggi negeri maupun swasta, lembaga penelitian pemerintah hingga industri.

Adapun Skema C merupakan kategori kolaborasi internasional yang melibatkan PTN-BH dengan institusi riset atau perguruan tinggi luar negeri. Dalam skema ini, tim riset terdiri atas dua hingga tiga peneliti dari PTN-BH berbeda serta satu peneliti dari perguruan tinggi atau institusi luar negeri, dan dapat melibatkan peneliti dari BRIN.

Data yang diterima korespondensi Trawangnews.com menyebutkan jumlah proposal yang lolos pendanaan tahun 2026 terdiri dari 115 judul untuk Skema A, 84 judul untuk Skema B, dan 46 judul untuk Skema C.

Salah satu penerima pendanaan pada skema bergengsi tersebut adalah Andriyansah yang berhasil lolos pada Skema C. Kepada Trawangnews.com, Andriyansah mengaku bersyukur karena kembali memperoleh pendanaan RKI untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini lolos lagi di Skema C. Jadi ini tahun ketiga lolos RKI,” ungkapnya.

Pada tahun ini, Andriyansah berkolaborasi dengan peneliti dari perguruan tinggi di Philipina dalam penelitian bertaraf internasional.

Bertempat di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, Selasa (12/05/2026), Andriyansah juga ditunjuk oleh Kepala Pusat Penelitian Keilmuan LPPM, Prof. Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd., sebagai wakil peneliti Universitas Terbuka untuk melakukan penandatanganan kontrak penelitian secara daring bersama seluruh PTN-BH di Indonesia.

Saat ditanya mengenai tema penelitian yang berhasil mengantarkannya lolos pendanaan, Andriyansah menjelaskan bahwa riset tersebut mengangkat isu integrasi kecerdasan buatan dengan inovasi ramah lingkungan dalam pemasaran pariwisata berkelanjutan.

Penelitian tersebut mengusung judul:
“Integration of Artificial Intelligence and Green Innovation in Sustainable Tourism Marketing Management.”

Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, khususnya di wilayah Pulau Belitung.

AddText 05 12 03.00.51

“Semoga hasil penelitian ini dapat diimplementasikan juga pada pariwisata di Pulau Belitung, baik Kabupaten Belitung maupun Kabupaten Belitung Timur,” harap Andriyansah.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan meningkatnya daya saing peneliti Indonesia dalam membangun kolaborasi riset internasional yang inovatif dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.*

News Feed