SIJUK – Destinasi wisata lokal De Membarongan Sijuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi kawasannya. Yakni, menuju Pengembangan Wisata Minat Khusus di wilayah Pantura (pantai Utara) pulau Belitung.
Ini tentunya tidak hanya menghadirkan wisata alam berbasis zona mandiri, lokasi yang berada di Jalan Kampung Pendalaman RT. 02 RW.01 No.003 Dusun Ulu, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk ini kini memperluas tahapan pengembangannya dengan menebarkan sekitar 4.000 benih ikan nila air tawar ke kolam yang telah disiapkan untuk selanjutnya akan dijadikan wisata minat khusus ala de Membarongan Sidjoek.
Owner De Membarongan Sidjoek, Sutami Sani, kepada media, Senin 6 April 2026. mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan wisata minat khusus mancing ikan air tawar.

Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah lomba mancing ikan air tawar di kolam tersebut yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.
“Penebaran benih ini tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi atau dijual segar, tetapi juga mendukung kegiatan wisata seperti lomba memancing yang akan diselenggarakan,” ujar Sutami Sani.
Ia menjelaskan, kedepannya kolam untuk menebar benih ikan yang digunakan bisa jadi merupakan hasil pemanfaatan lahan bekas tambang dengan luas area sekitar satu hektare bisa memberikan solusi alternatif bagi masyarakat sekitar yang butuh dan berminat untuk budidaya ikan air tawar yang berorientasi wisata, edukasi dan bisnis.
Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya produktif dalam mengelola lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal menjadi berdaya guna untuk ekonomi yang berkelanjutan.
Wisata Berbasis Agroeduwisata Mandiri
Sebelumnya, De Membarongan Sidjoek telah dikenal sebagai kawasan wisata berbasis agroeduwisata mandiri yang menawarkan beragam aktivitas.
Mulai dari wisata edukasi, kegiatan menanam dan panen tanaman (singkong, sayuran dan buah) hingga pemanfaatan produk herbal langsung yang ada disekitar kebun untuk meracik sendiri minuman sehat. Seperti halnya minuman jeruk kunci, mengkonsumsi produk teh bunga telang, teh rosela, lemon tea, teh serai jahe, kopi lokal hingga budidaya madu trigona (pengunjung bisa mencicipi madu tersebut langsung dari sarangnya).
Selain itu, tempat ini juga mengangkat wisata budaya serta berperan dalam menjaga kearifan lokal masyarakat setempat. Seperti tempat wisata ada sajian makan bedulang.
Dengan adanya pengembangan baru ini, De Membarongan Sidjoek diharapkan semakin menarik minat wisatawan dan memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.
Sesuai dengan nama destinasi tersebut “De Membarongan Sidjoek” adalah pondok atau rumah kecil yang berada ditengah ume’/kebun/ladang untuk ruang berkumpul, bersilaturahmi, tempat istirahat yang terbuka dan tempat berbagi (berinteraksi) sesama pengunjung maupun dengan pengelola destinasi tersebut.

Dengan demikian, destinasi De Membarongan Sidjoek merupakan bagian dari ruang kebersamaan berbasis alam yang mengintegrasikan pertanian sehat alami, edukasi, konservasi, rekreasi dan bisnis yang berkelanjutan dengan semangat “Hidup Harmonis dengan Alam” sehingga destinasi De Membarongan Sidjoek Kedepannya bisa menginspirasi menjadi wadah Silaturahmi, Pembelajaran dan Pemberdayaan bagi masyarakat umumnya secara berkelanjutan yang selaras dengan konsep agroeduwisata, alami dan pelestarian kearifan lokal.*













