Muhajir, SH.I: Penyuluh Agama Islam, Sang Pencerah dari Membalong

Membalong mungkin terpencil di peta, tapi dengan kehadiran sosok seperti Muhajir, cahaya pengetahuan dan spiritualitas senantiasa menerangi jalan warganya

MEMBALONG – Di tengah rimbunnya pepohonan dan semilir angin pesisir Membalong, hadir sosok yang tak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa pencerahan bagi kehidupan spiritual masyarakatnya. Dialah Muhajir, SH.I, seorang Penyuluh Agama Islam yang telah menjadi pelita bagi umat di Kecamatan Membalong.

Lahir di Magelang pada 6 September 1974, Muhajir tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai keagamaan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Negeri 03 Banyubiru yang ia tamatkan pada tahun 1984. Perjalanan pendidikannya berlanjut ke SMP Muhammadiyah Dukun dan kemudian MA Muhammadiyah di Magelang hingga lulus tahun 1994. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studinya di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, hingga meraih gelar Sarjana Hukum Islam pada tahun 2002.

Usai menamatkan pendidikan, ia pun berkarir menjadi PNS di lingkungan kementerian agama kabupaten Belitung, sejak tahun 2007.

IMG 20250617 105153
Di sela-sela aktivitas penyuluhan yang ia lakukan, terutama di majelis taklim wilayah Kembiri, Muhajir

Sejak di angkat menjadi PNS, Muhajir dipercaya untuk mengemban tugas sebagai penyuluh ahli pertama yang penempatan pertama kali di KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Selat Nasik selama kurun waktu 9 Tahun. Dedikasinya tak luntur seiring waktu, Selanjutnya ia pindah tugas ke KUA Kecamatan Sijuk selama kurun waktu 4 tahun. Dan sekarang menjadi Penyuluh di KUA Kecamatan Membalong sampai detik ini.

Di sela-sela aktivitas penyuluhan yang ia lakukan, terutama di majelis taklim wilayah Kembiri, Muhajir tak hanya menyampaikan materi keagamaan biasa. Ia juga aktif mengangkat isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti cara menangkal budaya negatif dan bahaya korupsi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Kehadirannya yang konsisten dan sarat makna ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan,

“Kami dari masyarakat sudah tahu sepak terjangnya dalam memberikan penyuluhan agama di wilayah kami. Kehadirannya membawa ketenangan dan ilmu yang benar-benar membumi.” M. Zaini, tokoh masyarakat Membalong.

Muhajir bukan hanya menyampaikan ayat dan hadis, melainkan menyulamnya dengan nilai kehidupan yang nyata, mengakar dalam budaya lokal namun tetap berpijak pada prinsip Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam diri Muhajir, agama tak hanya dihafal, tapi dijalankan dan disebarluaskan dengan penuh kasih dan kesabaran.

Membalong mungkin terpencil di peta, tapi dengan kehadiran sosok seperti Muhajir, cahaya pengetahuan dan spiritualitas senantiasa menerangi jalan warganya.*