Muhasabah di Akhir Tahun

Khutbah ditutup dengan ajakan untuk menutup akhir tahun dengan taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak istighfar, dan meneguhkan komitmen menjadi hamba Allah yang produktif serta bermanfaat bagi umat

TANJUNGPANDAN – Mengakhiri tahun dengan introspeksi diri dan peningkatan ketakwaan menjadi pesan utama dalam khutbah Jumat yang disampaikan kepada jamaah di Tanjungpandan, jumat, 26 Desember 2025, Jamaah diajak untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai waktu evaluasi diri (muhasabah), bukan larut dalam perayaan yang melalaikan.

Khatib yang disampaikan Drs. H. Masdar Nawawi M.M,, yang mengingatkan bahwa waktu berjalan sangat cepat dan usia manusia terus berkurang. Oleh karena itu, setiap muslim diminta untuk memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya melalui ketaatan kepada Allah SWT.

“Takwa adalah sebaik-baik bekal hidup kita di dunia dan di akhirat. Akhir tahun hendaknya menjadi momentum untuk menilai kembali amal perbuatan kita,” ujarnya.

Dalam khutbah tersebut, khatib mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk kehidupan akhirat. Ayat ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa mengevaluasi diri, apakah amal yang dilakukan selama ini lebih banyak membawa kebaikan atau justru sebaliknya.

Selain itu, khatib juga mengutip nasihat Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang menganjurkan setiap muslim untuk menghisab diri sebelum dihisab di hadapan Allah. Menurutnya, introspeksi diri merupakan ciri keimanan agar manusia tidak terjebak dalam kelalaian.

Di tengah maraknya perayaan akhir tahun yang diisi dengan pesta dan aktivitas yang kurang bermanfaat, jamaah diajak untuk memilih jalan tafakur dan perenungan diri.

“Sudahkah kita menjaga shalat lima waktu, berlaku jujur dan amanah, menjaga lisan dari ghibah dan dusta, serta menunaikan kewajiban zakat dan kepedulian sosial?” kata khatib mengajak jamaah bertanya pada diri masing-masing.

Pesan serupa juga ditegaskan melalui hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang cerdas adalah mereka yang mampu mengintrospeksi diri dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sementara orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsu dan hanya berangan-angan.

Menutup khutbah, khatib mengingatkan isi Surah Al-‘Ashr tentang pentingnya waktu dan kerugian bagi manusia yang tidak mengisinya dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Jamaah pun diajak untuk menyusun resolusi amal kebaikan di tahun mendatang, di antaranya dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki hubungan sesama manusia, serta menghindari aktivitas yang membuang waktu dan tidak bermanfaat.

Khutbah ditutup dengan ajakan untuk menutup akhir tahun dengan taubat yang sungguh-sungguh, memperbanyak istighfar, dan meneguhkan komitmen menjadi hamba Allah yang produktif serta bermanfaat bagi umat.*)

 

*)Disampaikan oleh Drs. H Masdar Nawawi, M.M Di Masjid Al Falah Jalan Pantai 1 Tanjungpandan-Belitung dalam Khutbah Jumat 5 Rajab 1447 H/26 Desember 2025