Pemkab Beltim Targetkan 2026, Semua Desa Punya Koperasi Desa Merah Putih
- Bangka Belitung
- calendar_month Kamis, 25 Sep 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR: Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menargetkan seluruh desa di Beltim sudah memiliki Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada awal 2026 mendatang. Namun, tidak sedikit desa yang masih ragu dan khawatir koperasi ini akan berjalan mandek.
Untuk mempersiapkan target tersebut, Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Beltim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) KDMP Tahun 2025 di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri, Sekretariat Daerah, Rabu (24/9/2025). Rakor ini bertujuan menyatukan persepsi, menyamakan komitmen, dan menyelaraskan kebijakan antara pemerintah desa dengan pengelola KDMP.
Kadisnakerkop UKM Beltim, Gustaf Pilandra, menegaskan pihaknya ingin memastikan seluruh KDMP bisa berdiri sesuai target.
“Hasil rakor ini akan kita buatkan komitmen. Intinya, Januari 2026 KDMP sudah berdiri di seluruh desa Beltim,” kata Gustaf.
Modal Awal Rp500 Juta per Desa
Untuk mendukung operasional awal, perbankan dari Himbara siap menyalurkan bantuan modal hingga Rp500 juta per KDMP. Gustaf menekankan pentingnya segera mengurus proposal permodalan serta memperbanyak anggota koperasi.
“Selama ini kendalanya di permodalan. Perbankan sudah siap. Tinggal pengurus KDMP harus rekrut anggota sebanyak-banyaknya,” jelasnya.
Meski regulasi dan juknis KDMP sudah jelas, Gustaf mengakui masih banyak pengurus dan kepala desa yang belum paham sepenuhnya. Sosialisasi pun digencarkan agar tidak ada lagi salah persepsi.
Kekhawatiran Kades: “Takut Mandek, Takut Utang”
Namun, sejumlah kepala desa masih menyimpan rasa khawatir. Mereka cemas koperasi tak mampu membayar pinjaman modal, sehingga dana desa terpaksa dipotong untuk menutup utang.
Kades Lalang Jaya, Artono, mengaku was-was jika KDMP bernasib sama seperti banyak BUMDes yang tutup karena usahanya tidak berkembang.
“Kita takut kalau modal dipakai tapi usaha tidak jalan. Jaminan 30 persen dari Dana Desa itu bisa mengganggu pembangunan di desa,” ujarnya.
Bupati Beltim: “Tenang, Ada Solusi dari Pemerintah”
Menjawab keresahan tersebut, Bupati Beltim Kamarudin Muten meminta para kades tetap tenang. Ia menegaskan KDMP adalah program strategis Presiden RI, Prabowo Subianto, yang diperkuat lewat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
“Semua sudah ada tatanannya. Kita kerjakan dulu, jangan prasangka buruk. Presiden tidak main-main, KDMP pasti yang terbaik untuk masyarakat,” tegas Kamarudin.
Ia memastikan pemerintah pusat maupun daerah akan memberikan pendampingan penuh agar KDMP berjalan sesuai harapan. Pendampingan ini melibatkan dinas terkait, Inspektorat, hingga Kejaksaan.
Rakor KDMP di Beltim turut dihadiri oleh Ketua KDMP se-Kabupaten Beltim, pimpinan perbankan Himbara, Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan Pertamina Patra Niaga.*sumber: Diskominfo SP Beltim
- person
- visibility 28
- forum 0