Ratusan Komentar Warnai Video Dokumenter Hanandjoeddin: Pemenang Komentar Terbaik Segera Diumumkan
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 54 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Sebanyak 820 komentar telah mengisi kolom komentar video YouTube berjudul “Hanandjoeddin: Sang Elang Penegak Kemerdekaan”. Bukan sekadar angka, ratusan komentar itu menjadi tanda bahwa kisah perjuangan tokoh asal Belitong, H.A.S. Hanandjoeddin, masih mampu mengetuk perhatian generasi muda dan masyarakat.
Hingga Rabu (26/8/2026), komentar datang dari masyarakat dan pelajar. Adapun komentar dari pelajar, mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK). Peserta berasal dari Kabupaten Belitung maupun Belitung Timur, dengan jumlah komentar terbanyak berasal dari kalangan pelajar SMA.
Di balik setiap komentar, terselip cara pandang anak-anak muda dalam memahami sejarah. Ada yang mengungkapkan kekaguman terhadap keberanian Hanandjoeddin, ada yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kemerdekaan, dan ada pula yang melihat perjuangan sang tokoh dari sudut pandang mereka sendiri.
Panitia Seleksi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) akan segera menggelar rapat penilaian diperuntukan khusus untuk pelajar terkait komentar terbaik sekaligus menandai berakhirnya lomba komentar pada video dokumenter tersebut.
Indikator Penilaian
Dalam lomba ini, Para pelajar terlebih dahulu diajak menyaksikan kisah perjuangan H.A.S. Hanandjoeddin. Setelah itu, mereka diminta menuangkan pandangan, kesan, maupun pesan melalui komentar yang kreatif dan inspiratif di kolom komentar YouTube.
Komentar-komentar tersebut kemudian dinilai berdasarkan sejumlah indikator, antara lain pemahaman dan relevansi terhadap isi video, kualitas gagasan, kreativitas penyampaian, serta apresiasi publik.
Dengan pola tersebut, sejarah tidak hanya diceritakan dari satu arah. Para pelajar justru diberi ruang untuk berbicara dan menyampaikan bagaimana mereka memaknai perjuangan seorang tokoh dari generasi yang berbeda.
Ketua Panitia lomba, Adelina Nurnalitasari mengatakan para pemenang direncanakan diumumkan akhir Agustus 2026.
“Panitia akan memilih 15 komentar terbaik dan mendapatkan souvenir dari TPG2GD Belitung yang dinilai paling menarik, inspiratif, dan relevan dengan isi video, serta mendapat apresiasi publik ,” ujar Adelina.
Sebanyak 15 pemenang akan dibagi berdasarkan tiga jenjang pendidikan, yakni lima pemenang tingkat SD, lima pemenang tingkat SMP, serta lima pemenang tingkat SMA/SMK. Para pemenang nantinya akan mendapatkan souvenir menarik.
Sementara itu, Ketua TP2GD Kabupaten Belitung, Bakri Hauriansyah, ungkapkan bahwa selain menggalang dukungan untuk pengusulan kembali H. AS. Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional, lomba komentar ini juga untuk membumikan sosok H. AS. Hanandjoeddin kepada anak muda, khususnya para pelajar di Belitung dan Belitung Timur. Agar mereka semakin mengenal sosok H. AS. Hanandjoeddin, meneladani sifat-sifat kepahlawanannya, serta menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan di masa kini.
Adapun Video dokumenter “Hanandjoeddin: Sang Elang Penegak Kemerdekaan” sendiri diproduksi oleh Yayasan Melati Tanjungpandan dengan produser pelaksana Randy Wirayudha, Magister Ilmu Sejarah yang juga merupakan jurnalis Majalah Historia.
Film tersebut dibuat untuk mendukung kerja TP2GD Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memvisualisasikan sejarah perjuangan H.A.S. Hanandjoeddin, yang saat ini kembali diusulkan sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.*
- person
- visibility 47
- forum 0