Home / Bangka Belitung / PERCAPAKAN MISTIS
IMG_20210509_122907
Oleh : Didin El Mughniy

PERCAPAKAN MISTIS

Bagikan :

Ditengah kebisingan globalisasi informasi dan ekonomi pasar, keseharian yang banal telah menjadi kelaziman. Kerumunan NoMad pemuja tubuh, petarung kapital, pendaki karier, dan penjilat kekuasaan telah mengubur kecemasan eksistensial mereka, yang menyembul dari kolam keseharian, dalam timbunan kesibukan.

Kemanakah “Tuhan” tanya Nietzsche.
Kita sudah membunuhnya___kalian dan aku , kita semua pembunuh.

Dan kondisi modern telah menggerus kehidupan religius. Akankah orang tak lagi terbuka pada dasar² kenyataan dan kehidupan sehari² dan terus menjadi kerumunan Nomad?, telah hilangkah yang mistis dewasa ini___Tuhan tentunya.

Begitulah pertanyaan religius Nietzsche tentang “Sein und Zeit” (Ada dan Waktu).
___________________
Namun tidak !!!
kata Martin Heidegger, manusia memang memikul nasib tertentu. Di satu sisi manusia selalu mengalami kejatuhan, yakni larut di dalam keseharian, dan karena itu terasing dari “Ada-nya”. Dan di sisi yang lain manusia adalah kaum penanya tentang yang “ADA”. Kecemasan (angst) yang menyembul keluar dari keseharian itulah mistis di gurun Nihilisme di zaman yang tidak lagi ada nilai religius.

Dan berkat kecemasan lah yang berani membongkar selubung gelap dalam mistis yang tak terbuka. Lalu dimanakah Tuhan sesungguhnya___pertanyaan Apriori.

____Hingga pada akhirnya Jurgen Habermus bilang : Agama masih sangat mungkin dibutuhkan manusia setelah kejatuhannya. Dan Rumi menyebutnya : di situlah Tuhan yang hakiki berada.

#Catatan #Tepi
#muhasabahDIRI