PGRI Belitong Bakal Gelar Sarasehan HAS Hanandjoeddin di Tanjungpandan: Perkuat Usulan Pahlawan Nasional

Melalui kegiatan sarasehan ini, PGRI berharap semangat perjuangan, nasionalisme, dan nilai kebangsaan yang diwariskan HAS Hanandjoeddin dapat terus hidup dan diwariskan melalui dunia pendidikan

TANJUNGPANDAN – Komitmen memperkuat literasi sejarah sekaligus memperjuangkan HAS Hanandjoeddin menuju gelar Pahlawan Nasional kembali ditunjukkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI Belitong ( Belitung dan (Beltim) sepakat menggelar Sarasehan HAS Hanandjoeddin yang akan dilaksanakan pada 24 Januari 2026 di Kabupaten Belitung.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat bersama yang berlangsung Selasa malam, 23 Desember 2025, bertempat di Sekretariat PGRI Kabupaten Belitung, Jalan Stadion, samping GOR Tanjungpandan. Rapat ini dihadiri jajaran pengurus PGRI Belitung, PGRI Beltim, dan dihadiri  Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Kabupaten Belitung dan Beltim.

Ketua PGRI Kabupaten Belitung, Zuhri, menegaskan bahwa sarasehan ini merupakan bentuk keseriusan PGRI dalam menggali, menguatkan, dan mendokumentasikan peran sejarah tokoh perintis kemerdekaan asal Belitong, HAS Hanandjoeddin.

“Kita sudah sepakat untuk menggelar Sarasehan HAS Hanandjoeddin. Kegiatan ini bukan sekadar forum akademik, tetapi bagian dari upaya kolektif dan berkelanjutan untuk memperjuangkan beliau sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Zuhri.

Dukungan penuh juga disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Belitung Timur, Bambang Sutrisno M.Pd. Menurutnya, sinergi PGRI se-Pulau Belitung menjadi modal penting dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan kebangsaan terutama dalam mendorong HAS Hanandjoeddin sebagai pahlawan Nasional.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas, mulai dari pembentukan kepanitiaan, lokasi kegiatan, hingga susunan acara dan materi sarasehan.

Dari hasil musyawarah, Subandi ditetapkan sebagai Ketua Panitia Sarasehan HAS Hanandjoeddin. Kegiatan direncanakan berlangsung di Gedung Serba Guna Ishak Zainuddin, Tanjungpandan, yang Sarasehan ini akan melibatkan peserta dari anggota PGRI serta PGS (Pendidikan Guru Sejarah), dan pihak pihak terkait lainnya.

Selain sarasehan, rangkaian kegiatan edukatif juga akan digelar untuk melibatkan pelajar lintas jenjang. Di antaranya Lomba Poster HAS Hanandjoeddin untuk tingkat SMA, Lomba Vlog sejarah HAS Hanandjoeddin melalui platform TikTok untuk tingkat SMP, serta Lomba Cosplay HAs Hanandjoeddin untuk tingkat SD.

Kegiatan sarasehan ini dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam proses pengusulan HAS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus menjadi sarana edukasi, refleksi sejarah, dan penanaman nilai kebangsaan bagi generasi muda.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Belitung Zuhri, Wakil Ketua II Zainal Arifin, Wakil Ketua III Rengga, Sekretaris Lupman Tri Hadi, Bendahara Bambang, serta Bidang Advokasi dan Kode Etik Guru PGRI Belitung Subandi. Sementara dari PGRI Belitung Timur hadir langsung Ketua PGRI Beltim Bambang Sutrisno M.Pd, Sekretraris PGRI Beltim Eki Piroza, Kepala Biro Pengembangan Profesi Guru PGRI, Ares Faujian.

Melalui kegiatan sarasehan ini, PGRI berharap semangat perjuangan, nasionalisme, dan nilai kebangsaan yang diwariskan HAS Hanandjoeddin dapat terus hidup dan diwariskan melalui dunia pendidikan.*