Home / Bangka Belitung / Resmi Jabat Kepala Dinas Pariwisata Belitung, Ini Pesan dan Harapan LAMBEL
IMG_20220928_123626
Annyta,SP, M.IL (Kini resmi jabat kepala dinas pariwisata Kabupaten Belitung : red), bersama LAMBEL sosialisasi G20 beberapa waktu yang lalu

Resmi Jabat Kepala Dinas Pariwisata Belitung, Ini Pesan dan Harapan LAMBEL

Bagikan :

TANJUNGPPANDAN: Annyta,SP, M.IL resmi jabat kepala dinas pariwisata Kabupaten Belitung, pada sebuah acara pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemkab.Belitung Tahun 2022, oleh Bupati Belitung H. Sahani Saleh S.Sos, yang bertempat di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung, pada Jumat 23 September 2022.

Atas penetapannya Annyta,SP, M.IL sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, LAMBEL (Lembaga Adat Melayu Belitung) berikan ucapan selamat atas dilantiknya sebagai Kadin Pariwisata Belitung.

Ketua LAMBEL Drs. H. Abdul Hadi Adjin sampaikan bahwa dalam penataan dan keberadaan Rumah Adat Belitong yang sekarang ini telah menjadi salah satu destinasi /tujuan objek wisata Adat budaya belitong karena satu satunya Rumah adat yang cukup megah itu ada di dalam kota Tanjung pandan.

“Kami melihat hampir setiap hari banyak tamu yang berkunjung ke rumah adat ini baik orang belitong, Indonesia maupun orang luar Negeri. Sayangnya, kondisi materi dan lingkungannya belumlah sebagaimana rencana dan makna kenapa Rumah Adat Belitong ini di bangun dengan nama Rumah Panggong karena secara administrasi pemerintahan Status Rumah Adat ini berada di Dinas Pariwisata yang mengurus dan menatanya, “katanya.

Sedangkan lanjut Hadi, urusan Adat Budayanya itu berada dalam naungan kewenangan Dikbud sesuai dengan Perda Kab Belitong serta Lembaga Adat Melayu Belitung berada dan Secara administrasi Pemerintahannya di bawah Komando Dinas Pemberdayaan Perempuan KB dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Sampai sekarang kondisi ini masih seperti ini dan dimasa yang akan datang kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terus sebab akan menghambat penataan dan peningkatan pembangunan Pariwisata umumnya dan Pembangunan Dan pelestarian Adat Budaya serta Seni Budaya nya terlebih lebih Penataan dan peran Rumah Adat sebagai objek kunjungan wisata,” katanya.

Lembaga Adat Melayu Belitong kata Hadi, sudah menyampaikan beberapa kali kepada Bupati dan OPD terkait baik tertulis maupun lisan melalui diskusi diskusi/”Ngelakar”.*