Home / Bangka Belitung / SANG PEMIMPIN, TANGIS KARENA HARTA
1590006258538
Oleh : Didin El Mughniy

SANG PEMIMPIN, TANGIS KARENA HARTA

Bagikan :

(Mungkin) semua orang akan mendambakan kekayaan dalam hidupnya. Sebab kekayaan bisa menjadi indikator sebuah kebahagiaan, bahkan bisa pula menjadi ukuran kesuksesan seseorang. Dan bahkan lebih dari itu harta menjadi simbol—strata sosial seseorang.

Semua orang memimpikan menjadi seseorang yang kaya karena harta. Tetapi sangat berbeda dengan Umar Bin Khattab, yang menangis karena limpahan harta. Kala itu setelah perang ia menangkan, maka harta berupa emas, perak, berlian, permata sebagai rampasan perang (Ghanimah) ia miliki.

Suatu ketika Abdurrahman bin ‘Auf yang dikenal kedermawanannya, bertanya, wahai Amirul mukminin, kenapa engkau menangis?, Umar bin Khattab pun menjawab,…aku menangis karena ketakutanku terhadap harta ini, kalau kemudian aku tidak bisa mem-pertanggung jawabkannya. Dihadapan Allah aku ditanya tentang itu.

Lalu Umar bin Khattab katakan, kalau harta ini sebagai kebahagiaan, maka Abu Bakar As Siddiq lah yang pantas menerimanya.

Kisah singkat ini memberikan gambaran bagi kita semua—bahwa kekuasaan tidak selalu harus berparameter harta, tetapi yang terpenting bagaimana mempertanggung jawabkannya. Maka jadilah pemimpin yang bijak dan sederhana.

# CatatanMalam
dari sejarah kita membaca