MANGGAR:Suasana hangat menyelimuti kawasan Situ Kulong Minyak, Manggar, pada Minggu sore (19/4/2026). Di bawah langit yang mulai meredup, puluhan karateka dari berbagai ranting Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berkumpul dalam nuansa kebersamaan.
Tanpa panggung megah maupun seremoni berlebihan, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Inkai ke-55 digelar secara sederhana. Namun, kesederhanaan itu justru memancarkan semangat kuat yang terbingkai dalam semboyan: “Satu Jiwa, Satu Rasa, Satu Tujuan, INKAI Juara Prestasi Dunia.”
Anak-anak yang mengenakan seragam karate, bahkan sebagian dengan pakaian olahraga, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Gelak tawa mereka terdengar saat permainan berlangsung, namun suasana berubah khidmat ketika doa dipanjatkan dan ikrar karateka diucapkan bersama.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar karateka yang menggema di tepian kulong. Para peserta kemudian mengikuti latihan bersama yang dipandu para senpai, menampilkan gerakan dengan disiplin khas bela diri.
Kebersamaan semakin terasa saat prosesi pemotongan kue ulang tahun dilakukan. Tepuk tangan meriah disertai senyum para orang tua yang turut hadir mendampingi anak-anak mereka menambah hangat suasana sore itu.
Tidak hanya itu, berbagai permainan yang digelar turut mencairkan suasana. Anak-anak berlarian riang, sementara para orang tua ikut terlibat, menciptakan momen kekeluargaan yang erat.
Ketua Pengurus Kabupaten Inkai Beltim, Fitri Zakiah, menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di masing-masing ranting.
“Kalau sebelumnya kita sudah melaksanakan gasshuku dan konsolidasi pengurus di tingkat ranting, hari ini menjadi puncaknya. Semua berkumpul di sini, dari Manggar, Gantung, hingga Kelapa Kampit,” ujarnya.
Menurut Fitri, momentum ini tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga ajang memperkuat soliditas antaranggota dan pengurus.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mempererat kebersamaan. Sekaligus menjadi ruang berbagi, baik progres latihan maupun rencana ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Inkai Beltim menargetkan dapat kembali menggelar turnamen terbuka dalam waktu dekat.
“Target kita tahun ini atau paling lambat tahun depan bisa menggelar Inkai Open tingkat Bangka Belitung,” ujarnya, didampingi Senpai Syukur Maulana.
Dua Dekade Inkai Beltim, Cetak Atlet Berprestasi
Keberadaan Inkai di Kabupaten Beltim telah berlangsung lebih dari dua dekade dan menjadi salah satu pilar penting dalam pembinaan atlet karate di daerah.
“Sebagian besar atlet karate di Beltim berasal dari Inkai. Bahkan sekitar 80 persen atlet yang turun di kejuaraan provinsi merupakan binaan Inkai,” jelas Fitri.
Tidak hanya berkiprah di tingkat daerah, sejumlah karateka Inkai Beltim juga telah menembus level nasional hingga internasional, termasuk mengikuti turnamen di Malaysia dan meraih medali.
Meski demikian, tantangan ke depan dinilai semakin berat. Persaingan yang ketat serta kewajiban atlet dalam membagi waktu antara latihan dan pendidikan menjadi perhatian tersendiri.
Di usia ke-55, Inkai tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Fitri berharap semangat kebersamaan ini mampu terus tumbuh di kalangan atlet muda.
“Kita ingin anak-anak yang sudah berprestasi bisa berbagi pengalaman dan menularkan semangatnya. Orang tua juga semakin yakin bahwa Inkai bukan hanya tempat latihan, tetapi juga membentuk karakter,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah perkembangan yang semakin besar.
“Semakin besar organisasi, tantangannya juga semakin besar. Tapi kita ingin tetap solid dan terus berkembang,” pungkasnya.
Sore itu, di Kulong Minyak, Inkai Beltim tidak sekadar merayakan ulang tahun. Mereka merayakan perjalanan panjang, kebersamaan, serta harapan untuk terus melangkah lebih jauh—membentuk generasi yang disiplin, berprestasi, dan berjiwa persaudaraan.*sumber: diskominfo-SP-Beltim



















