Seluruh Atlet Penerima Beasiswa Lulus Administrasi: Koni Beltim Segera Berangkatkan

Sebelum berangkat, kami imbau semua kelengkapan dicek kembali. Mudah-mudahan ini jadi jalan bagi calon mahasiswa untuk kuliah di STKIP Pasundan, sekaligus role model bagi adik-adiknya di Kabupaten Beltim

MANGGAR: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan segera memberangkatkan 10 atlet berprestasi penerima program Beasiswa S1. Keberangkatan dijadwalkan pada akhir September 2025, menuju Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, Cimahi.

Koordinator Verifikator Kelengkapan Administrasi STKIP Pasundan, Heru Sulastiadinata, memastikan seluruh atlet sudah dinyatakan layak dan lulus verifikasi administrasi. Hanya saja, lima atlet masih perlu membuat ulang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karena format surat belum sesuai dengan ketentuan.

“Tidak ada yang ditolak, hanya perlu melengkapi beberapa berkas. Lima orang format SKTM-nya tidak sesuai,” jelas Heru kepada Diskominfo Beltim, Minggu (21/9/2025).

Menurutnya, kelengkapan administrasi sangat penting karena berkas para atlet juga akan diperiksa dalam proses pengajuan beasiswa. “Kalau sudah terdata sebenarnya aman, SKTM ini untuk kelengkapan saja. Kita jaga-jaga kalau nanti ada monitoring dan evaluasi,” tambah Heru.

Ia menegaskan, para calon mahasiswa akan resmi masuk kampus pada Oktober 2025 mendatang. Namun, sebelum itu mereka wajib menandatangani kesepakatan bersama terkait kewajiban selama menerima beasiswa.

“Sebelum berangkat, kami imbau semua kelengkapan dicek kembali. Mudah-mudahan ini jadi jalan bagi calon mahasiswa untuk kuliah di STKIP Pasundan, sekaligus role model bagi adik-adiknya di Kabupaten Beltim,” harap Heru.

Atlet Bersyukur Bisa Lanjut Kuliah

Para penerima beasiswa mengaku bersyukur karena tanpa program ini, kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi akan sulit tercapai.

Abdi Satria (18), atlet renang PRSI Beltim, mengatakan dirinya sudah lama menargetkan beasiswa atlet berprestasi. “Kemarin pas Porprov VI dapat 9 medali, ikut Popnas urutan ke-13, terakhir di Kejuaraan Renang Wali Kota Yogyakarta Cup dapat hasil terbaik,” ujarnya.

Lulusan SMA Negeri 1 Gantung itu mengungkapkan beasiswa ini menjadi jalan satu-satunya untuk melanjutkan kuliah. “Ayah saya satpam, ibu hanya ibu rumah tangga. Jadi beasiswa ini sangat membantu perekonomian keluarga,” kata Abdi.

Hal senada disampaikan Lisa Ashari Fitriani (18), atlet lari PASI Beltim. Ia menilai program beasiswa ini membuka peluang besar bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan.

“Alhamdulillah, impian kami dari keluarga kurang mampu bisa kuliah ke jenjang sarjana akhirnya terwujud,” ucap alumni SMA Negeri 1 Manggar ini.

Lisa yang berasal dari Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, bertekad tetap berkontribusi bagi olahraga Beltim. “Ini penghargaan untuk kami yang sudah berprestasi. Harapan kami, program ini terus ada di KONI Beltim dan bisa dilanjutkan pemerintah daerah,” tutupnya.* sumber: Diskominfo Beltim