TANJUNGPANDAN –Pameran tahunan Belitung Expo 2025 kembali mencuri perhatian masyarakat dengan menghadirkan sentuhan kreatif yang menggabungkan seni, kecintaan terhadap alam, dan tren digital.
Salah satu sorotan utama tahun ini datang dari stand Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia atau disingkat PPBI Cabang Belitung yang tidak hanya memamerkan ratusan bonsai dari berbagai jenis, tetapi juga menyuguhkan “Spot Selfie Bonsai” — area khusus untuk berfoto dengan latar belakang bonsai yang estetis dan Instagramable.
Diselenggarakan pada 1 hingga 5 Juli 2025 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tanjungpandan ke-187, Belitung Expo 2025 menjadi ajang kolaborasi budaya, kreativitas lokal, serta kecintaan terhadap lingkungan hidup.
“Alhamdulillah, tahun ini PPBI Belitung kembali bisa berpartisipasi dalam keikutsertaan dalam pameran di Belitung Expo,” ujar Haji Samsudin Sarjana Ekonomi Ketua Panitia Pameran PPBI Belitung.
Menurutnya, di pameran ini Sebanyak 180 pot bonsai turut dipamerkan dalam event ini, yang terdiri dari 140 pot koleksi PPBI Belitung dan 40 pot dari Ranting PPBI Belitung Timur
Jenis bonsai yang ditampilkan mencakup tanaman endemik lokal seperti sapu-sapu dan sekuncung, serta jenis nasional dan eksotis seperti sancang, santigi, beringin, asam jawa, ulmus, hingga jeruk kimkit dan beringin philippine. Masing-masing memiliki karakter unik yang mencerminkan seni tinggi dan dedikasi para pecinta bonsai.
Harapan untuk Pasar Bonsai Belitung
Dalam kunjungannya ke stand bonsai, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, mengapresiasi kreativitas dan keindahan bonsai yang dipamerkan. Ia berharap agar bonsai Belitung bisa lebih dikenal dan mudah dipasarkan secara luas.
“Kita perlu strategi untuk mengangkat nilai jual bonsai, contohnya sancang. Apa daya tariknya? Apa historisnya? Cerita di balik tanaman itulah yang menambah nilai jual,” jelas Hellyana.
Menurutnya, pengemasan narasi yang kuat menjadi kunci agar bonsai tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi, terutama di era digital saat ini.
Penyerahan Bonsai secara Simbolis
Sebagai bentuk apresiasi dan bagian dari rangkaian acara peninjauan stand bonsai, dilakukan penyerahan bonsai secara simbolis:
Kepada Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana yang diserahkan oleh Ketua Panitia Haji Syamsudin Sarjana Ekonomi dan Selanjutnya, Kepada Bupati Belitung (diwakili oleh perwakilan) yang diserahkan oleh Wakil Ketua Panitia Novi Handoko
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara komunitas pecinta bonsai dan pemerintah daerah dalam melestarikan serta mempromosikan kekayaan hayati lokal.*











