Home / Bangka Belitung / Terkait Soal SPDN, Kades Lasar Andi Sudah Disampaikan ke Pengelola SPDN

Terkait Soal SPDN, Kades Lasar Andi Sudah Disampaikan ke Pengelola SPDN

Bagikan :

MEMBALONG:
Kades Lasar Andi Saputra sudah sampaikan rekomendasi kepada pihak pengelola SPDN untuk segera direalisasikan pengelolaan SPDN di dudat yang terhenti selama ini. Hanya saja, persoalan tak berjalan karena terkendali soal lahan.

Hal itu disampaikan Kades Andi Saputra menanggapi tidak ada pasokan solar masuk ke SPDN dalam   sebulan ini.
“Kita sudah sampaikan rekomendasi ke pengelola namun kendala soal lahan,” katanya kepada media.

Untuk itulah, dia berharap kepada pihak pengelola SPDN agar segera merealisasikan hal tersebut.
“Memang masyarakat tidak ada mengeluh ke saya. Namun soal di solar di pengepul juga tidak ada, baik di tanjung dan di membalong. Jadi secara konstektual kelangkaan bbm jenis solar bukan hanya untuk inti spbu solar nelayan di dusun dudat desa Lassar saja,” ungkapnya.

Dia juga berharap agar disegerakan penambahan subsidi BBM solar untuk kebutuhan masyarakat dan pengguna lainnya dan bukan menjadi alasan soal covid 19.

Seperti diketahui, Mantan anggota DPRD Belitung dari PDI Perjuangan Rozali menyoroti tidak ada pasokan solar di stasiun pengisian SPDN (Solar Paket Dealer Nelayan) yang berlokasi di Dusun dudat Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Padahal ketersediaan solar ini sangat penting bagi nelayan di Desa lassar dan sekitarnya.

“Sejak bulan Juli ini sudah kosong solar untuk kebutuhan nelayan. Sudah dicek ke lokasi SPDN,” kata Rozali yang juga aktivitas sebagai nelayan setempat.

Seperti diceritakan Rozali kepada media baru baru ini bahwa saat ini nelayan sungguh sulit mendapatkan solar karena kondisi masih kosong.

“Terpaksa kawan kawan nelayan membeli secara eceran untuk memenuhi kebutuhan nelayan,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah daerah segera mengecek ke lapangan kenapa tidak ada pasokkan solar di SPDN untuk pemenuhan kebutuhan nelayan untuk melaut.

“Karena kebutuhan nelayan sangat penting, apalagi kondisi sulit dimasa pandemi ini, nelayan satu satunya mata pencaharian sehari hari,” katanya.*