TANJUNGPANDAN – Penutupan Turnamen Voli Antar RT yang digelar di Lapangan DARVC, Dusun Air Rendudong, Desa Air Merbau, Kabupaten Belitung, pada Rabu malam (20/8/2025) resmi ditutup.
Turnamen yang berlangsung sejak 11 Agustus 2025 ini diikuti empat RT, yakni RT 13, RT 14, RT 15, dan RT 16. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.
Ketua Panitia Pelaksana, Darmadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan masyarakat yang turut serta.
“Turnamen ini sifatnya spontan, kita hanya ingin melihat siapa saja yang bisa turut serta. Alhamdulillah, respon dari ketua RT sangat baik. Meski tanpa sponsor, kegiatan ini benar-benar murni sosial. Ajang ini adalah silaturahmi luar biasa antar-RT. Ke depan kami berharap bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Air Merbau,” ujarnya.
Kepala Dusun Air Rendudong, Dofi Kusuma, juga menegaskan bahwa turnamen ini lebih dari sekadar mencari pemenang.
“Voli antar-RT ini bukan soal siapa yang jago, tapi untuk menjalin silaturahmi agar lebih saling mengenal. Harapannya, tahun depan kegiatan bisa lebih besar, bahkan antar-dusun,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Air Merbau, Wan Mulyansyah, mengapresiasi kerja keras panitia dan semangat masyarakat.
“Dari awal saya memantau, tim voli ini benar-benar dibangun dari nol. Butuh pengorbanan dan perjuangan. Karena itu pemerintah desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ke depan, kami siap mengawal kegiatan ini bersama-sama, baik dari segi fasilitas maupun dukungan lainnya,” tegasnya.
Partai final berlangsung seru dan penuh sportivitas. Untuk kategori putri, RT 14 A berhasil meraih juara 1 setelah menundukkan RT 15 yang harus puas sebagai juara 2. Sedangkan di kategori putra, RT 14 B sukses mengalahkan RT 13 A dan menyabet juara 1, sementara RT 13 A menempati posisi juara 2.
Dengan berakhirnya turnamen ini, masyarakat Dusun Air Rendudong berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun, tidak hanya sebagai sarana pembinaan olahraga, tetapi juga sebagai wadah persaudaraan antarwarga desa.*











