YAMI Gelar Workshop Literasi dan Numerasi, 300 Guru PAUD dan SD di Beltim

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan demikian, kemampuan literasi dan numerasi anak dapat tumbuh secara optimal sejak usia dini sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya

MANGGAR – Yayasan Adham Mirranda Indonesia (YAMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi bagi Guru PAUD dan SD Kelas I di Gedung Zahari MZ, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama sehari tersebut diikuti sekitar 300 guru dari Kabupaten Belitung Timur dan Kabupaten Belitung. Workshop menghadirkan narasumber nasional di bidang pendidikan dengan fokus pada penguatan kompetensi guru dalam mengajarkan literasi dan numerasi kepada anak usia dini serta siswa kelas awal sekolah dasar.

Ketua YAMI, Nana Adham Murry, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan yayasan yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2008. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi langkah penting dalam membangun fondasi pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

“Kami memiliki beberapa program di bidang pendidikan. Salah satunya pelatihan bagi pendidik anak usia dini dan sekolah dasar. Program ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2008 dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang literasi dan numerasi,” ujar Nana.

Ia menjelaskan, YAMI secara bertahap melaksanakan kegiatan serupa di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung. Setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Belitung, kegiatan kini dilanjutkan di Kabupaten Belitung Timur sebagai bagian dari upaya pemerataan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Antusiasme peserta menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan workshop tersebut. Nana mengaku terharu melihat semangat para guru yang mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore hari. Bahkan, beberapa peserta rela menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor demi memperoleh ilmu dan pengalaman baru.

“Kami cukup terharu melihat antusiasme peserta di Kabupaten Beltim. Fokus mereka selama mengikuti kegiatan sangat luar biasa. Ada guru yang datang dari daerah yang cukup jauh dan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor hanya untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Nana juga menegaskan bahwa seluruh program yang diselenggarakan YAMI diberikan secara gratis. Pendanaan kegiatan berasal dari kontribusi pribadi para pengurus yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain bidang pendidikan, YAMI turut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pelatihan bagi warga binaan pemasyarakatan, pelatihan pijat untuk penyandang tunanetra, hingga pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terintegrasi dengan pemasaran produk.

“Kami tidak ingin hanya memberikan pelatihan. Kami juga memikirkan keberlanjutan dan pemasaran hasil pelatihan tersebut. Karena tujuan akhirnya adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Literasi dan Numerasi Fondasi Pendidikan

Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada YAMI atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kapasitas guru di daerah.

Menurut Khairil, guru-guru di Kabupaten Belitung Timur telah memiliki kompetensi yang baik. Namun demikian, peningkatan kemampuan dan pembaruan metode pembelajaran tetap diperlukan agar proses pendidikan dapat terus berkembang sesuai tuntutan zaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada YAMI yang telah menginisiasi kegiatan ini. Guru-guru kita sebenarnya sudah memiliki kemampuan yang baik. Yang perlu terus diperkuat adalah bagaimana pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat ditransfer secara maksimal kepada peserta didik,” ujar Khairil.

Ia menilai penguatan literasi dan numerasi memiliki peran strategis karena menyasar anak-anak pada fase awal pendidikan. Pada tahap tersebut, kemampuan dasar belajar dan pembentukan karakter mulai berkembang sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat dari tenaga pendidik.

“PAUD dan kelas awal sekolah dasar merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan belajar anak. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi jangka panjang untuk kemajuan pendidikan daerah,” katanya.

Khairil berharap ilmu yang diperoleh peserta selama workshop dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Belitung Timur.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan demikian, kemampuan literasi dan numerasi anak dapat tumbuh secara optimal sejak usia dini sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. *