Ini Hasil Audesi Ketua DPRD Belitung Bersama Peneliti IPB dan Prancis
- Bangka Belitung
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Pulau Belitung tak hanya menyimpan pesona wisata bahari, tetapi juga kekayaan keanekaragaman hayati yang berpotensi menjadikannya sebagai salah satu destinasi penelitian bertaraf internasional.
Potensi tersebut mengemuka dalam audiensi Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, bersama Tim Peneliti Lebah dari Departemen Biologi FMIPA IPB University yang berkolaborasi dengan peneliti dari National Museum of Natural History (MNHN) Prancis.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peneliti disambut dengan sarapan bersama berupa Mie Rebus Belitung, hidangan khas daerah yang menjadi bagian dari penyambutan sekaligus mempererat suasana silaturahmi.
Dalam audiensi tersebut, tim peneliti memaparkan perkembangan riset lebah yang telah dilakukan selama kurang lebih tiga tahun di wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.
Prof. Dr. Rika Raffiudin, selaku ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Hasil riset itu diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan berbasis riset, khususnya menyangkut pelestarian keanekaragaman hayati, perlindungan lingkungan, serta pengembangan potensi daerah.
DPRD Siap Dukung Ekosistem Penelitian
Ketua DPRD Belitung, Vinna Cristin Ferani, memberikan apresiasi terhadap konsistensi dan dedikasi para peneliti yang telah menjadikan Belitung sebagai lokasi penelitian.
Secara khusus, Vinna mengapresiasi Prof. Rika Raffiudin yang selama bertahun-tahun menekuni dunia penelitian lebah hingga meraih gelar profesor dan dikenal luas sebagai “Ratunya Lebah”.
Vinna menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Belitung siap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan penelitian di Pulau Belitung sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Menurutnya, keberadaan para peneliti dari dalam maupun luar negeri dapat menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan Belitung bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai lokasi penelitian ilmiah berskala nasional dan internasional.
“Belitung harus menjadi tempat yang menarik bagi para peneliti. Kami siap mendukung keberlangsungan kegiatan penelitian sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujar Vinna.
Gagasan Research and Innovation Center
Dalam kesempatan yang sama, dosen muda IPB University, Dr. Hirmas Fuady Putra, yang merupakan lulusan doktor dari Jepang, mengungkapkan adanya gagasan untuk membangun Research and Innovation Center di Belitung.
Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem penelitian yang lebih kuat di Pulau Belitung.
Pusat riset tersebut nantinya dapat difungsikan sebagai base camp atau rumah riset bagi peneliti yang datang ke Belitung.
Tak sekadar tempat transit, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan peralatan penelitian, ruang kolaborasi ilmiah, hingga galeri yang menampilkan berbagai hasil penelitian mengenai kekayaan hayati Pulau Belitung, baik yang dilakukan peneliti dalam negeri maupun mancanegara.
Dari Riset Lebah Menuju Scientific Eco-Edutourism
Prof. Rika Raffiudin melihat peluang yang lebih besar dari sekadar penelitian lebah.
Menurutnya, karakteristik alam Belitung, kekayaan keanekaragaman hayati, serta ekosistem tropis yang dimilikinya sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi scientific eco-edutourism, yakni wisata minat khusus yang menggabungkan unsur ilmu pengetahuan, pendidikan, lingkungan, dan pariwisata.
Belitung dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi peneliti dari berbagai negara yang ingin mempelajari ekosistem tropis dan keanekaragaman hayati.
Untuk memperkuat daya tarik tersebut, Prof. Rika juga mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan skema sharing pendanaan penelitian.
Skema tersebut dinilai dapat menjadi insentif untuk menarik lebih banyak peneliti melakukan riset di Belitung. Dampaknya pun diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi kerja sama internasional, penguatan pendidikan, konservasi, hingga penggerak ekonomi daerah.
Riset Harus Bermuara pada Manfaat Masyarakat
Ketua Yayasan Peduli Masyarakat Belitung, Teguh Trinanda, yang turut hadir dalam audiensi, menyambut positif kolaborasi antara IPB University dan tim peneliti dari Prancis.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara tersebut menjadi bukti bahwa Pulau Belitung memiliki kekayaan ilmiah yang mendapat perhatian hingga tingkat internasional.
Teguh juga mengaku kagum dengan dedikasi para peneliti selama melakukan riset di Belitung. Bahkan, para peneliti disebut mampu menciptakan sebuah lagu bertema sunggau lebah hutan sebagai bentuk ekspresi dan inspirasi selama menjalankan penelitian.
Namun, Teguh berharap hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik atau publikasi ilmiah semata.
Ia menilai hasil riset harus diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan maupun inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Riset merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Ketika hasil penelitian mampu diterapkan dalam kebijakan maupun pengembangan sektor unggulan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dunia akademik, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan visi besar tersebut.
Jika ekosistem penelitian terus diperkuat, Belitung bukan tidak mungkin berkembang menjadi pusat penelitian tropis yang berdaya saing sekaligus destinasi wisata berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menarik perhatian dunia.
Dari penelitian lebah, Belitung kini memiliki peluang untuk membuka pintu yang lebih besar: menjadikan kekayaan alam sebagai sumber pengetahuan, inovasi, konservasi, sekaligus peluang pembangunan berkelanjutan.*
- person
- visibility 79
- forum 0