Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » 23 Tahun Beltim: Merawat Jejak Perjuangan, Menjaga Nyala Harapan

23 Tahun Beltim: Merawat Jejak Perjuangan, Menjaga Nyala Harapan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Senja mungkin telah lewat pada 24 Mei 2026 lalu. Namun bagi sebagian orang di Belitung Timur, tanggal itu bukan sekadar penanda kalender yang berlalu begitu saja. Ia adalah pengingat tentang mimpi panjang, tentang perjuangan yang pernah ditempa oleh keyakinan, tentang sekelompok orang yang dahulu percaya bahwa masyarakat di timur Pulau Belitung layak memiliki rumah pemerintahannya sendiri.

Tahun ini, Kabupaten Belitung Timur genap berusia 23 tahun.

Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah daerah otonom. Di usia itu, sebuah kabupaten belajar berdiri, jatuh, bertumbuh, lalu terus berjalan menghadapi zaman. Jalan-jalan yang dulu sempit mulai terbuka, kantor pemerintahan berdiri, sekolah dan layanan publik berkembang, sementara denyut ekonomi masyarakat perlahan bergerak mengikuti harapan yang dulu diperjuangkan. Namun jauh sebelum semua itu ada, Belitung Timur hanyalah sebuah cita-cita.

Pada Sabtu sore, 24 Mei 2003 pukul 15.00 WIB, sejarah baru resmi ditulis. Melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003, Kabupaten Belitung Timur lahir bersama tiga daerah pemekaran lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.

Hari itu bukan sekadar proses administratif negara. Ia adalah puncak dari perjalanan panjang masyarakat yang bertahun-tahun menyuarakan keinginan agar pelayanan pemerintahan lebih dekat, pembangunan lebih merata, dan masa depan lebih berpihak kepada rakyat di wilayah timur Pulau Belitung.

Di balik lahirnya Kabupaten Beltim, ada banyak wajah yang mungkin kini mulai dilupakan waktu.

Di antara deretan tokoh masyarakat, aktivis, politisi, birokrat, pemuda, hingga insan pers yang berjalan bersama mengusung semangat pemekaran. Bahkan yang saat itu turut bergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Belitung Timur.

Sebagai jurnalis, penulis yang tergabung dalam Komite Pembentukan Beltim perannya tidak hanya sebatas merekam setiap jejak perjuangan melalui pemberitaan. Ia juga turut mengambil bagian dalam perjalanan sejarah tersebut, menjadi saksi sekaligus pelaku dalam ikhtiar bersama mewujudkan lahirnya Kabupaten Belitung Timur.

Bersama nama-nama seperti Zahari MZ, Abdul Wahab, Moestar Mus, Gustaf Pilindra, Sirwan Buang Ali, H. Ali Abu Bakar, Arpandi, Azli Sulaiman, Hamdani Halil, Yuslim Ihza, Yusfi Ihza, Jailani Jemali, dan banyak tokoh lainnya, perjuangan itu dijalani dengan satu keyakinan sederhana: masyarakat Belitung Timur berhak menentukan arah masa depannya sendiri.

Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh tujuan yang sama.

Ada yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan hubungan pribadi demi memperjuangkan pemekaran. Sebab pada masa itu, perjuangan membentuk daerah baru bukan perkara mudah. Jalan politik panjang harus ditempuh, dukungan harus dibangun, dan keyakinan masyarakat harus terus dijaga agar tidak padam di tengah ketidakpastian.

IMG 20260709 120542

Dukungan juga datang dari tokoh-tokoh nasional dan daerah. Nama-nama seperti Yusril Ihza Mahendra, Darmansyah Husein, Usmandie Andeska, Abdul Fatah hingga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah menjadi bagian dari mata rantai sejarah lahirnya Belitung Timur.

Kini, sebagian besar tokoh pendiri itu telah menua. Sebagian lainnya bahkan telah berpulang diantaranya Zahari, Ali Abu Bakar, Hamdani Halil, Moestar Moes, Abdul Wahab, Arpandi, Gustap, Sirwan Ali, Azli.S, Effendi.

Namun jejak perjuangan mereka masih hidup di jalan-jalan kota Manggar, di kantor-kantor pelayanan publik, di sekolah-sekolah, di pelabuhan, di pasar rakyat, hingga di wajah anak-anak muda Beltim yang tumbuh dengan kesempatan lebih baik dibanding masa sebelumnya.

Mereka yang masih ada hari ini sering disebut sebagai “penjaga harapan”.

Beberapa di antaranya merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Belitung sebelum Beltim resmi berdiri. Nama-nama seperti Firdaus HN, Japri, Rustam Uzai, Masri Sadeli, Firdaus, Coendraat Uktolseja, Burhatta, Abdul Hadi, Burhanudin, Izhar, Talapudin, Zainul, Okta, Hendriyani, Ronny, Defri, Efan Y, Atat, Abing, Odeng, Rahmadinata, M.Zubair hingga sederet tokoh lain tetap mengikuti perkembangan daerah yang dahulu mereka perjuangkan bersama.

Mereka mungkin tidak lagi berada di panggung utama pemerintahan. Namun dalam diam dan di alamnya, mereka tetap menyimpan harapan yang sama: agar cita-cita awal pemekaran tidak kehilangan arah.

Bahwa Kabupaten Belitung Timur harus tetap menjadi daerah yang berpihak kepada masyarakat kecil. Daerah yang pembangunan dan pemerintahannya benar-benar hadir untuk rakyat.

Di usia ke-23 tahun ini, Belitung Timur tentu masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Tantangan ekonomi, lapangan kerja, pembangunan sumber daya manusia, hingga pemerataan pembangunan masih menjadi persoalan yang harus dijawab bersama.

Namun sejarah panjang pemekaran telah mengajarkan satu hal penting: Beltim lahir dari gotong royong dan keyakinan banyak orang.

Dan selama semangat itu tetap hidup, harapan tentang Belitung Timur yang maju, mandiri, dan sejahtera akan terus menemukan jalannya.

Sebab pada akhirnya, sebuah daerah bukan hanya dibangun oleh gedung-gedung pemerintahan atau angka statistik pembangunan. Ia dibangun oleh ingatan, pengorbanan, dan mimpi orang-orang yang pernah percaya bahwa masa depan bisa diperjuangkan.

Selamat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Belitung Timur.
Dari timur Pulau Belitung, mimpi itu masih terus menyala.

.*)Penulis adalah Marwansyah S.Sos (Eks Wartawan dan Komite Pembentukan Kab Beltim)

  • person
  • visibility 6
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Desa Pegantungan Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan Lele

    Pemerintah Desa Pegantungan Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan Lele

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle sma
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADAU: Pemerintah Desa Pegantungan gelar pelatihan budi daya ikan lele, yang bertempat di kantor desa pegantungan, pada hari ini Kamis, 17 Maret 2022. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan […]

  • Pererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Sertu Didi K, gelar Komsos Bersama Warga binaan di Desa Perpat

    Pererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Sertu Didi K, gelar Komsos Bersama Warga binaan di Desa Perpat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle sma
    • visibility 15
    • 0Komentar

    MEMBALONG – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Desa Perpat dari Koramil 414-04/Membalong, Sertu Didi K, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga binaan pada Senin (02/03/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB bertempat di ruang aula Kantor Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Dalam komsos tersebut, Sertu Didi K memanfaatkan momen sebagai […]

  • Apel Pagi Gabungan Ops Lilin Menumbing 2025 Digelar di Posyan Pelabuhan Tanjungpandan

    Apel Pagi Gabungan Ops Lilin Menumbing 2025 Digelar di Posyan Pelabuhan Tanjungpandan

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle sma
    • visibility 25
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN – Dalam rangka pengamanan Operasi Lilin Menumbing 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait melaksanakan apel pagi di Pos Pelayanan (Posyan) Pelabuhan Tanjungpandan, Minggu (21/12/2025) pagi. Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kaposyan Pelabuhan IPTU Agustian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat […]

  • Kaitan Pilkada Beltim,Junaidi Sebut Temu PDIP-Gerindra Belum Arah Koalisi

    Kaitan Pilkada Beltim,Junaidi Sebut Temu PDIP-Gerindra Belum Arah Koalisi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle sma
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MANGGAR: Wakil Sekretaris 2 DPD PDI Perjuangan Provinsi Babel (Bangka Belitung), yang juga ketua Korwil PDI Perjuangan Babel untuk pemenangan pilkada Beltim, Junaidi Rachman sambut baik pertemuan dua partai di Kabupaten terkait pencalonan pilkada Belitung Timur. Namun demikian, pertemuan tersebut seyogyalah baru sebatas silatuhrahmi dan penjajakan dan belum menuju arah koalisi.  Kalaupun berkoalisasi tentunya ada […]

  • Undang Parpol, KPU Sosialisasi Teknis Penyelenggara Pilkada 2018

    Undang Parpol, KPU Sosialisasi Teknis Penyelenggara Pilkada 2018

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2017
    • account_circle sma
    • visibility 6
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Hari ini Kamis 28 September 2017, KPU Kabupaten Belitung mengundang sejumlah partai politik untuk kesiapan pilkada (pemilihan Bupati dan Wakil bupati Belitung 2018 mendatang. Trawangnews.com mendapatkan konfirmasi dari salah satu undangan dari partai politik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Belitung.”Benar, hari ini kita diundang KPU untuk ikuti acara kaitan pilkada,” kata Junaidi Muad, […]

  • Antulsias, Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Dibekali Keterampilan Membatik

    Antulsias, Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Dibekali Keterampilan Membatik

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle sma
    • visibility 9
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terus mendorong kreativitas dan keterampilan warga binaan dengan menggelar pelatihan membatik eco-print. Sebanyak 20 warga binaan terlibat dalam kegiatan yang dipimpin oleh instruktur dari Batik Sephiak Belitong. Kasi Binapi Giatja Hardiansyah menyebut, program ini merupakan kolaborasi antara Lapas Tanjungpandan dan Batik Sephiak Belitong. Tujuannya adalah memberikan bekal life-skill kepada warga […]

expand_less