TANJUNGPANDAN – Sebuah langkah progresif kembali ditorehkan Kabupaten Belitung. Desa Dukong, yang terletak di Kecamatan Tanjungpandan, resmi ditetapkan sebagai bagian dari Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola desa berbasis data yang kuat dan akurat.
Kepala Desa Dukong, Min Tet, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. “Ini bukan hanya sebuah penghargaan, tapi juga tantangan dan motivasi bagi kami untuk membangun desa dengan landasan data yang nyata dan terpercaya,” ucapnya.
Desa Cantik merupakan inisiatif dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertujuan meningkatkan literasi statistik di tingkat desa. Melalui program ini, perangkat desa akan dibekali keterampilan mengelola data secara digital, efektif, dan akuntabel.
Penetapan Desa Dukong bukan tanpa alasan. Desa ini dipilih karena memenuhi sejumlah kriteria penting: belum pernah menjadi Desa Cantik sebelumnya, memiliki infrastruktur digital seperti internet dan komputer di kantor desa, serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola data.
Belitung sendiri sebelumnya telah memiliki tiga desa binaan dalam program serupa. Dengan masuknya Desa Dukong, kini total ada empat desa yang didampingi dalam upaya meningkatkan kapasitas statistik.
Desa Dukong juga menjadi satu dari 497 desa terpilih di seluruh Indonesia yang akan mendapat pembinaan intensif dari BPS sepanjang tahun 2025. Harapannya, desa-desa ini nantinya memiliki agen statistik yang mumpuni—siap menyajikan data akurat, terkini, dan mudah diakses untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan terpilihnya Desa Dukong, Kabupaten Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan desa berbasis informasi dan teknologi.












