SIJUK – Babinsa Tanjung Binga, Praka Mustakim, menghadiri Tradisi Adat Beruah Bersama yang digelar masyarakat Desa Tanjung Binga pada Rabu (11/2/2026) di Balai Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum spiritual sekaligus upaya pelestarian adat budaya Melayu Belitong yang sarat akan nilai religius dan kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitong Achmad Hamzah yang diwakili Safwan AR, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Kepala Desa Tanjung Binga, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LAM Desa Tanjung Binga, unsur OPD terkait, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Tanjung Binga dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Beruah rutin digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengangkat kearifan lokal Desa Tanjung Binga sebagai bagian dari identitas adat Melayu Belitong.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung menuturkan bahwa kegiatan Beruah tidak hanya menjadi ajang kebersamaan masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi antara pemerintah desa dan warga dalam menyampaikan berbagai informasi serta menampung aspirasi masyarakat.
Ketua Lembaga Adat Melayu Belitong, Achmad Hamzah yang diwakili Shafwan AR, menambahkan bahwa tradisi ruwahan ini memiliki makna penting dalam menghidupkan nilai gotong royong dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan, dilanjutkan pembacaan syair “Do’a Masyarakat Desaku”, pembacaan makna Tradisi Beruah, prosesi doa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah serta makan bedulang sebagai wujud rasa syukur dan penguatan ikatan sosial antarwarga.
Tradisi Beruah menjadi simbol persatuan dan doa bersama, sekaligus harapan akan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Tanjung Binga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.













