TANJUNGPANDAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Belitung yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026 semakin dekat.
Menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Belitung, Suhari Sahar, menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat memilih pemimpin desa yang benar-benar mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi desa.
Menurut Suhari Sahar, masyarakat saat ini menginginkan sosok kepala desa yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Harapan masyarakat terhadap calon kepala desa ideal adalah sosok yang berintegritas tinggi, transparan dalam mengelola anggaran, serta proaktif dalam memajukan perekonomian desa,” ujarnya.
Ia menilai, kepala desa ke depan harus mampu menjadi pengayom bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang politik maupun status sosial. Selain itu, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa.
Kepala Desa Harus Jujur dan Transparan
Suhari menegaskan bahwa kejujuran dan integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap calon kepala desa. Pengelolaan Dana Desa yang semakin besar menuntut pemimpin yang bersih dari praktik korupsi serta mampu mempertanggungjawabkan setiap penggunaan anggaran secara terbuka kepada masyarakat.
“Kepala desa harus menjadi teladan. Pengelolaan anggaran harus dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” katanya.
Pemimpin yang Mampu Merangkul Semua Warga
Selain integritas, kepala desa juga dituntut memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan komunikatif. Menurut Suhari, masyarakat menginginkan pemimpin yang terbuka terhadap kritik serta siap mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan warga.
“Pemimpin desa harus hadir untuk semua masyarakat, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Ia harus mampu merangkul dan melayani seluruh warga secara adil,” jelasnya.
Visioner dan Mendorong Kemajuan Ekonomi Desa
Dalam menghadapi tantangan pembangunan desa ke depan, Suhari menilai kepala desa ideal harus memiliki visi yang jelas dan program kerja yang konkret. Potensi desa, baik di sektor pertanian, perikanan, pariwisata maupun UMKM, harus mampu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga dan pengurangan angka pengangguran harus menjadi prioritas utama.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah program nyata yang bisa membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Adaptif terhadap Teknologi Digital
Suhari juga menyoroti pentingnya kemampuan kepala desa dalam memanfaatkan teknologi digital. Digitalisasi pelayanan publik dinilai dapat mempercepat proses administrasi serta meningkatkan efisiensi dan transparansi pemerintahan desa.
“Era sekarang menuntut pemimpin yang adaptif dan inovatif. Digitalisasi layanan desa bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, Suhari berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak dan mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, serta komitmen para calon kepala desa.
“Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas, visi pembangunan yang jelas, dan komitmen untuk melayani masyarakat. Masa depan desa ada di tangan pemimpin yang tepat,” pungkasnya.*











