MPLS SMAN 1 Damar Bentuk Karakter dan Cegah Pernikahan Dini

Melalui kegiatan MPLS bertema "Pembinaan Karakter, Kesehatan Mental, dan Pencegahan Pernikahan Dini", SMAN 1 Damar berharap para siswa baru tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mental yang sehat, serta mampu mengambil keputusan yang bijaksana demi meraih masa depan yang lebih baik.

BELITUNG TIMUR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Damar, Kabupaten Belitung Timur, tahun ini tak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah. Sebanyak 140 siswa baru mendapat pembekalan penting mengenai pembinaan karakter, kesehatan mental, hingga pencegahan pernikahan dini sebagai bekal menghadapi kehidupan di jenjang pendidikan menengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) tersebut menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Damar, Ekocahyo Heppy, sebagai narasumber utama. Turut mengikuti kegiatan itu para pengurus OSIS SMAN 1 Damar yang berperan aktif dalam pelaksanaan MPLS.

Kepala SMAN 1 Damar, Nizar, mengatakan pembentukan karakter dan mental menjadi prioritas utama bagi siswa yang baru memasuki dunia SMA. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan motivasi belajar sekaligus membentuk pribadi yang berakhlak mulia.

“Karakter anak sama-sama kita bentuk memasuki SMA ini. Kita pacu motivasinya agar mengedepankan belajar sebagai wujud tanggung jawab sebagai anak bangsa yang baik. Mental mereka juga harus ditempa agar memiliki kepribadian dan akhlak yang mulia,” ujarnya.

Dalam materinya, Ekocahyo Heppy mengingatkan para siswa agar memaknai pendidikan lebih dari sekadar mengejar nilai maupun ijazah. Menurutnya, proses belajar merupakan investasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Ijazah bukan semata tujuan kita dalam sekolah. Ijazah hanyalah sebuah kertas. Namun yang lebih penting lagi adalah proses pendidikan dalam meraih ijazah tadi, bagaimana kita memperdalam ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang mencerahkan hidup kita,” katanya.

Ia menambahkan, di tengah persaingan era digital yang semakin ketat, ilmu pengetahuan menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengangkat martabat bangsa.

Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif ketika salah seorang siswa baru, Leonardo Chandra, mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi lingkungan keluarga maupun pergaulan yang memiliki karakter berbeda dan kurang mendukung perkembangan anak usia sekolah.

AddText 07 14 01.20.30

Menanggapi hal tersebut, Ekocahyo menekankan pentingnya membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Ilmu boleh tinggi, prestasi boleh banyak, tapi tanpa karakter yang kuat, semua itu mudah runtuh. Karakter adalah fondasi yang menentukan bagaimana kalian bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani hidup. Karakter tidak terbentuk dalam semalam. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten; datang tepat waktu, menepati janji, jujur pada diri sendiri, dan berani bertanggung jawab atas pilihan,” jelasnya.

Selain membahas karakter dan kesehatan mental, Ekocahyo juga mengingatkan siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Menurutnya, pernikahan di usia yang belum matang bukanlah solusi atas persoalan hidup, melainkan dapat memunculkan berbagai risiko, baik dari sisi fisik, mental, ekonomi, maupun pendidikan.

Ia pun mengingatkan kembali ketentuan batas usia perkawinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkawinan sebagai bentuk perlindungan terhadap masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan MPLS bertema “Pembinaan Karakter, Kesehatan Mental, dan Pencegahan Pernikahan Dini”, SMAN 1 Damar berharap para siswa baru tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mental yang sehat, serta mampu mengambil keputusan yang bijaksana demi meraih masa depan yang lebih baik.