KKNT Inovasi IPB University Dorong Pemanfaatan COCOMI dan MAGGY di Desa Pegantungan
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU, BELITUNG — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University mendorong masyarakat Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai
Upaya tersebut diwujudkan melalui program COCOMI dan MAGGY yang dilaksanakan sepanjang Juli 2026. Kedua program ini memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung sektor pertanian sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan.
Manfaatkan Sabut Kelapa dan Limbah Organik
Program COCOMI dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama berlangsung Kamis (16/7/2026) di Balai Dusun Pegantungan.
Tim KKNT bersama masyarakat mempraktikkan pembuatan media tanam berbahan cocopeat dari sabut kelapa serta pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah cangkang kepiting.
Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dinilai sesuai dengan kondisi Desa Pegantungan yang merupakan wilayah pesisir dan didominasi tanah berpasir.
Cocopeat dapat menjadi alternatif media tanam untuk mengurangi penggunaan tanah. Sementara itu, berbagai limbah organik yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat diolah menjadi POC untuk mendukung budidaya tanaman.
“Di sini cukup banyak pohon kelapa, begitu juga dengan limbah cangkang kepiting. Kalau bisa diolah kembali, tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Pegantungan.
Program COCOMI kemudian dilanjutkan Jumat (31/7/2026) di Kantor Desa Pegantungan melalui praktik pindah tanam bibit cabai.
Bibit cabai ditanam menggunakan campuran cocopeat dan tanah dengan perbandingan 1:1. Tanaman tersebut kemudian diaplikasikan POC yang telah dibuat dalam kegiatan sebelumnya.
Sisa Makanan Diubah Jadi Pakan Ternak
Selain COCOMI, Tim KKNT Inovasi IPB University juga menghadirkan program MAGGY yang dilaksanakan Rabu (22/7/2026) di Balai Dusun Gunung Tiong.
Program ini memperkenalkan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai agen biokonversi sampah organik rumah tangga.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan sisa makanan sebagai sumber pakan maggot. Selanjutnya, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi berbagai jenis hewan ternak, seperti ikan dan ayam.
Dengan demikian, pengelolaan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
“Selama ini sisa makanan biasanya langsung dibuang. Ternyata bisa dimanfaatkan untuk maggot dan bisa untuk pakan ternak,” ujar salah seorang warga.
Dorong Desa Lebih Mandiri dan Berkelanjutan
Melalui COCOMI dan MAGGY, Tim KKNT Inovasi IPB University mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah.
Limbah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai cocopeat, pengolahan limbah organik menjadi POC, serta penggunaan sisa makanan untuk budidaya maggot menjadi contoh inovasi sederhana berbasis potensi lokal.
Tim KKNT berharap program tersebut dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setelah kegiatan pengabdian berakhir. Keberlanjutan program diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Pegantungan yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Dari limbah menjadi manfaat, masyarakat Desa Pegantungan diajak membangun kebiasaan baru: mengolah, memanfaatkan, dan memberi nilai tambah pada apa yang sebelumnya dianggap tidak berguna.*
- person
- visibility 35
- forum 0