Babinsa Pegantungan Serka Anis Hadiri Rapat koordinasi Permasalahan Angkutan Batu Bara
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADAU, BELITUNG — Sejumlah masyarakat Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, menyampaikan penolakan terhadap aktivitas angkutan batu bara yang masih melintasi wilayah Dusun Pegantungan. Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi dan mediasi yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Desa Pegantungan, Rabu, (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB tersebut membahas permasalahan angkutan batu bara yang melintasi wilayah Desa Pegantungan serta keberadaan aktivitas pelabuhan batu bara di kawasan tersebut.

Dalam kegiatan itu, Danramil 01/Tanjungpandan diwakili Babinsa Pegantungan, Serka Anis. Turut hadir Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri, Camat Badau Alberd Febrianto, Kepala Desa Pegantungan Ahid, perwakilan KSOP Tanjungpandan Iswadi, Manajer PLTU Suge Singgih, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Dari unsur kepolisian hadir Kapolsek Badau Iptu Slamet, Kanit Samapta Aipda Firmansyah, Panit Intelkam Polsek Badau Aiptu Erik Marwhendi AB, S.I.Kom., Kapospol Tanjung Batu Aipda Ahmad Fitriansyah, dan Bhabinkamtibmas Brigadir Afriadi.
Selain itu, hadir pula perwakilan pihak ketiga pengangkutan CV Sarana Multi Guna, yakni Hendri dan Sadikin alias Kik Uban, perwakilan manajemen jetty/pelabuhan batu bara Yudi, Ketua BPD Desa Pegantungan Sartodi, perangkat desa, serta sekitar 30 orang masyarakat Pegantungan.
Dalam mediasi tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya adalah menolak keberadaan angkutan batu bara yang masih melintasi Dusun Pegantungan.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Belitung segera mengambil langkah untuk memindahkan aktivitas pelabuhan batu bara dari Dusun Pegantungan.
Sebagai alternatif, masyarakat meminta agar kegiatan pembongkaran dan pengangkutan batu bara dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Batu, sehingga aktivitas angkutan batu bara tidak lagi melintasi wilayah Dusun Pegantungan.

Rapat koordinasi dan mediasi tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, pihak perusahaan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk membahas persoalan angkutan batu bara dan mencari solusi terhadap tuntutan warga.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.*
- person
- visibility 24
- forum 0