Antrean BBM Mengular, Aktivis Reformasi Belitung Minta SPBU Dibuka 24 Jam
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Aktivis reformasi Belitung sekaligus anggota Presidium Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Zainal Arifin alias Momon, meminta pihak Pertamina membuka operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama 24 jam.
Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurai antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Belitung.
“Harus dibuka 24 jam untuk mengurai antrean,” kata Zainal.
Menurutnya, kebijakan operasional 24 jam perlu didukung dengan pengamanan dan pengaturan di lapangan. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Belitung menurunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) secara bergiliran atau sistem shift untuk melakukan penjagaan selama 24 jam.
Selain itu, Zainal meminta Bupati Belitung menerbitkan surat edaran yang kemudian ditempelkan di setiap SPBU. Surat edaran tersebut, kata dia, perlu memuat sejumlah poin terkait penyaluran BBM, termasuk pengaturan lokasi pengecer dan kios yang diperbolehkan mendapatkan BBM untuk dijual kembali.
“Lokasi pengecer dan toko harus diatur dengan jelas, sehingga penyaluran minyak atau BBM tersebut sesuai dengan lokasi yang ditentukan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan harga BBM dan meminta agar harga dikembalikan seperti semula sesuai ketentuan yang berlaku.
Zainal menambahkan, setelah surat edaran diterbitkan, Satpol PP perlu melakukan pengawasan terhadap kios-kios pengecer. Data pengecer, menurutnya, dapat diminta dari masing-masing SPBU untuk kemudian dilakukan pendataan dan pengawasan di lapangan.
“Setelah dikeluarkan edaran, Pol PP berkewajiban mengontrol data kios pengecer yang harus diminta nama-namanya di SPBU,” katanya.
Lebih lanjut, Zainal mengatakan bahwa apabila kondisi distribusi BBM sudah kembali normal dan antrean telah terurai, sistem pengaturan pembelian BBM dengan pola ganjil-genap dihapus dan kemudian dikembalikan seperti semula.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pengaturan distribusi BBM tetap berjalan tertib sekaligus mencegah kembali terjadinya antrean panjang di SPBU.*
- person
- visibility 65
- forum 0