Apdesi Belitung Dukung Program Kartu Kendali BBM Bupati, Harapkan Antrean di SPBU Berkurang
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Belitung menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten Belitung dalam pengendalian distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui penerapan kartu kendali bagi masyarakat.
Program tersebut mengatur setiap pengecer atau kios mendapatkan alokasi sebanyak 80 liter BBM, yang distribusinya diperuntukkan bagi masyarakat di 9 desa dan 6 kelurahan. Untuk masing-masing desa, disiapkan sebanyak 10 pengecer atau kartu kendali.
Apdesi Belitung menilai program tersebut merupakan langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan dan akses BBM yang lebih teratur kepada masyarakat, sekaligus diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di sejumlah SPBU.
“Pada prinsipnya, kami atas nama Apdesi mendukung program Bupati. Kami mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama mendukung program ini,” ujar Yahya SE Ketua Apdesi Belitung.
Diakui, pada tahap awal pelaksanaan program masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Kondisi tersebut diduga terjadi karena adanya miskomunikasi antara pemerintah kabupaten, Pertamina, serta pemilik SPBU atau SBU.
Namun, Apdesi menilai kendala tersebut merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan sebuah program baru. Setelah dilakukan koordinasi dan penyesuaian, distribusi BBM melalui kios-kios yang ditunjuk mulai berjalan.
“Semalam (malam sabtu, 25/9/2026) memang ada sedikit kendala, mungkin karena masih ada miskomunikasi antara kabupaten, Pertamina dan pemilik SPBU. Dalam suatu program yang baru, tentu masih ada sedikit kendala atau kebingungan di lapangan,” katanya yang juga Kades Perawas.
Menurutnya, pada Jumat (26/9), distribusi BBM melalui kios yang telah ditentukan sudah berjalan. Masyarakat dapat memperoleh BBM dengan harga Rp12.000 per liter sesuai ketentuan yang diterapkan dalam program tersebut.
Apdesi berharap pelaksanaan program ini dalam waktu sekitar satu minggu ke depan mulai memberikan dampak terhadap kondisi antrean di SPBU.
“Harapannya, dalam jangka waktu seminggu ini program tersebut bisa memberikan dampak dan mengurai antrean yang ada di SPBU,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi distribusi BBM saat ini. Berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, stok BBM disebut masih dalam kondisi terkendali dan pasokan ke SPBU akan kembali ditambah.
“Informasi dari Pertamina, stok masih terkendali. Bahkan di setiap SPBU akan ditambah atau dikembalikan lagi kuotanya,” jelasnya.
Apdesi juga mengajak masyarakat untuk saling memahami kondisi yang terjadi. Menurutnya, antrean di SPBU tidak seluruhnya disebabkan oleh kebutuhan pribadi, tetapi sebagian masyarakat juga membutuhkan BBM untuk keluarga maupun keperluan lainnya.
Karena itu, pemerintah desa bersama seluruh unsur pemerintahan diharapkan terus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan maupun kesalahpahaman.
“Intinya kami meminta masyarakat jangan panik. Mari saling memahami dan memaklumi keadaan yang ada. Pemerintah, mulai dari pusat, provinsi, daerah hingga desa, tetap berupaya menghadirkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
- person
- visibility 47
- forum 0