Home / Bangka Belitung / Di Simpang Rusa, Ini kata Kades Ardi Yusuf Soal Pengembangan Wisata

Di Simpang Rusa, Ini kata Kades Ardi Yusuf Soal Pengembangan Wisata

Bagikan :

MEMBALONG: Pemdes (Pemerintah Desa) Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, akan lakukan pengembangan konsep pariwisata dengan berbasiskan kearifan lokal dan sekaligus pengembangan kawasan hutan adat dan konservasi.

Hal ini disampaikan Kades Simpang Rusa Ardi Yusuf kepada media belum lama ini di kantor desa Simpang Rusa.

Menurut Ardi, seiring dengan pemerintah daerah kini tengah serius mengembangkan destinasi wisata di Belitung maka setiap desa diharuskan memiliki satu desa satu destinasi wisata.

Menjawab hal tersebut, Kades Simpang Rusa Ardi akan mencanangkan konsep satu destinasi wisata desa sesuai dengan potensi potensi yang ada di Desa Simpang Rusa.

menurutnya, di desa ini ada empat dusun yang telah terkonsepkan untk dikembangkan.

Misalnya, di dusun Simpang Rusa, katanya akan dikembangkan lahan Persawahan. Direncanakan optimalisasi lahan seluas 20 hektar, diantaranya dipergunakan, yang pertama, untuk pembuatan/Pembangunan rumah ditengah-tengah lahan sawah dengan menggunakan bahan-bahan dari alam ( atap daun, dinding kulit kayu/lelak, lantai papan/kayu ).

Kedua, lanjutnya, Pembuatan saung/pundok disetiap kapling/petak sawah ( tempat istirahat ) juga menggunakan bahan-bahan alam, dan berwarna warni.
Ketiga, pembuatan pendopo yang dipergunakan untuk pertemuan.

Keempat, kata Ardi, di setiap dusun akan dibangu n Camping Ground (Pemuda Karang Taruna).

Selanjutnya, didusun Simpang Rusa ini, akan dibangun khusus Lahan Lembaga Adat Desa ( LAD ) yang didalamnya akan dilaksanakan pertama, pembuatan/Pembangunan rumah diseputaran kolong ex tambang timah dengan menggunakan bahan-bahan dari alam ( atap daun, dinding kulit kayu/lelak, lantai papan/kayu ), direncanakan sebanyak 4 (empat) buah dengan menggambarkan dari jumlah dusun yang ada di Desa Simpangrusa.

Kedua, pembuatan Camping Ground ( Pemuda Karang Taruna.

Sedangkan di Dusun Air Nangka, kata Ardi, akan dibangun sebuah perkampungan ( Kampung Kerajinan ), Pembuatan saung8/pondok disetiap rumah penduduk dengan ukuran minimal 2X2 meter dengan menggunakan bahan-bahan dari alam ( atap daun, dinding kulit kayu/lelak/rotan, lantai papan/kayu/bambu ).

Hal ini kata Ardi, dengan maksud dijadikan tempat bagi warga untuk tempat bersantai sambil membuat anyaman dan kerajinan.
Sedangkan untuk jenis anyaman dan kerajinan ungkap Ardi, yang biasa dibuat oleh warga Dusun Air Nangka seperti : Tikar pandan/lais, Sauki, Tampa, Mentudung, Lansang, Bubu air tawar, tekalak, seruwak, lambong, ambin, niru, dan lain-lain ).

Begitu juga didusun Aik Nangka ini ungkap Ardi, akan dibangun lokasi Air Terjun Linsum Kawai, Pembuatan tempat-tempat duduk, pundok dan tempat menarik lainnya dengan menggunakan bahan dari bambu dan rotan ( mengingat dari sekian banyak jenis bambu yang ada.

Di Dusun Air Nangka kata Ardi, terdapat 14 jenis bambu dari ukuran yang paling kecil sampai yang paling besar, sama hal nya dengan berbagai jenis rotan ).

Kemudian, Ardi mengatakan di dusun Air Nangka Juga akan ditata batu-batu yang ada disepanjang aliran air terjun sampai ke arah parkir kendaraan, termasuk akan dibangun Camping Ground ( Pemuda Karang Taruna ).

Berikutnya, di dusun Air Merah, kata Ardi, direncanakan
di Gunung Asan akan dilaksanakan Penanaman tanaman langka seperti bulin, Belangiran dan lain-lain (Hutan Koservasi), serta penanaman jenis tanaman hutan yang buahnya dapat dikonsumsi (mengingat di Pulau Belitung terdapat 120 jenis tanaman dan kayu hutan yang buahnya dapat di konsumsi ), Penanaman buah-buahan lainnya. Di Air Merah ini juga akan dibangun Camping Ground ( Pemuda Karang Taruna )

Sementara itu, Di Dusun Kampung Baru akan dibangun Camping Ground ( Pemuda Karang Taruna).
“Demikian konsep sementara yang kami buat dan nantikan akan dipadukan dengan berbagai pihak yang berkompeten, untuk menyatukan dan sinergi pembangunan wisata di desa Simpang rusa,” kata Ardi yang juga Ketua LAM (Lembaga Adat Melayu) Kecamatan Membalongnya.*