GANTUNG – Tradisi adat tahunan Maras Taun kembali digelar oleh masyarakat Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, pada Minggu (19/4/2026). Kegiatan berlangsung di Balai Dusun Kundor dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan. Babinsa Koramil 414-03/Gantung desa Gantung dan desa Batu Penyu Sertu Haifrizar, turut hadir memenuhi undangan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal di wilayah binaannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Wakil Bupati Hairil A., Camat Gantung Della Wahyudi, para asisten dan staf ahli Kabupaten Belitung Timur, serta Kepala Desa Batu Penyu A. Syafi’ie. Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala dusun, ketua RT, anggota Linmas, awak media, serta tamu undangan lainnya.
Maras Taun merupakan tradisi adat tahunan masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat yang telah diberikan selama satu tahun terakhir. Rasa syukur tersebut meliputi kondisi desa yang aman dan tertib, kehidupan masyarakat yang makmur, serta hasil pertanian dan perkebunan yang sesuai harapan.

Kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Selama pelaksanaan acara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman, mencerminkan kekompakan serta semangat gotong royong masyarakat Desa Batu Penyu.
Tradisi Maras Taun diharapkan terus menjadi warisan budaya yang dijaga dan dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas masyarakat Belitung Timur.*













