Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin Tanam 900 Pohon di Beltim, Dorong Rehabilitasi Lahan Kritis
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BELITUNG TIMUR, 26 Agustus 2026 — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Seremonial Alam Lestari: Penanaman 900 Pohon” sebagai bagian dari Program Rehabilitasi Lahan Kritis di Desa Lintang, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (26/8/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Kegiatan ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem lahan kritis, mencegah erosi, meningkatkan kualitas resapan air, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah Belitung.
Kegiatan penanaman pohon dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah dan lintas instansi. Di antaranya Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tri Yudi Anshary, Founder TCI Budi Setiawan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Ketua Kelompok Tebat Rasau, perwakilan Pemerintah Daerah Belitung Timur, serta Pemerintah Desa Lintang.
General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, mengatakan keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan perusahaan.
“Penanaman 900 pohon di Desa Lintang hari ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan investasi lingkungan jangka panjang untuk generasi mendatang. Melalui Program Rehabilitasi Lahan Kritis ini, InJourney Airports ingin memberikan kontribusi nyata dalam menghijaukan kembali area terdampak, menjaga keseimbangan ekosistem daerah, serta mendukung Belitung sebagai kawasan Geopark yang lestari dan berkelanjutan,” ujar Tri Yudi Anshary.
Sebanyak 900 bibit pohon yang ditanam terdiri atas sejumlah komoditas vegetasi yang memiliki daya tahan tinggi dan fungsi ekologis kuat. Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan kesuburan tanah sekaligus mempercepat pemulihan fungsi ekosistem di wilayah setempat.
Keterlibatan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan tokoh masyarakat lokal dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari kolaborasi pelestarian lingkungan. Sinergi antara pengelola bandara, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat desa diharapkan dapat mendorong lahirnya aksi-aksi pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui Program Alam Lestari, Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara operasional penerbangan dan perlindungan lingkungan hidup.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mendukung terwujudnya industri penerbangan yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas dan pelayanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan masyarakat.*
- person
- visibility 150
- forum 0