Home / Bangka Belitung / Dampak Covid-19,Nelayan Sungai Samak Alami Penurunan Omset Produksi/Harga

Dampak Covid-19,Nelayan Sungai Samak Alami Penurunan Omset Produksi/Harga

Bagikan :

BADAU: Penyuluh perikanan bantu Kecamatan Badau Debi Sagitalina SPi lakukan kunjungan lapangan serta melakukan wawancara kepada tiga pelaku usaha pengumpul hasil perikanan terkait aktivitasnya disaat pandemi Covid-19, di kawasan Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Belitung, pada Rabu 15 April kemarin.

Adapun kunjungan dilakukan di tiga pelaku usaha pengumpul hasil perikanan diantaranya Sonadi, Ardi Kusomo, dan Jumri.
Hadir dalam kunjungannya penyuluh perikanan bantu Kecamatan Badau Debi Sagitalina SPi dan didampingi penyuluh perikanan bantu Kecamatan Selat Nasik Ani Saputra SPi.


Saat di lapangan, ketiga pelaku usaha ini diwawancara berkaitan dengan aktivitas usahanya ditengah pandemi covid-19, mengalami omset produksi menurun.

Sonadi misalnya, nelayan beralamat di Dusun Sungai Samak RT. 02/01 Desa Sungai Samak ini ungkap saat pandemi covid-19 ini aktifitas masih berjalan dan masih menampung atau membeli hasil tangkapan dari nelayan sekitar. Akan tetapi kendala yang dialami di saat covid-19 ini, jumlah produksi dan harga ikan mengalami penurunan sekitar 20 – 30%.

Begitu juga dengan Ardi Kusumo, nelayan beralamat di Dusun Sungai Samak RT. 02/01 Desa Sungai Samak, akui harga cumi dan sotong mengalami penurunan sekitar 20 – 30 % sedangkan untuk daging kepiting dan daging kerang mengalami penurunan harga sekitar 50%. Untuk daging kerang, cumi dan sotong beliau memasarkan ke Pak Ahai (Pasar Hatta) sedang untuk daging kepiting dipasarkan ke Pak Amar.


Menurutnya, di saat pandemi covid-19 ini omset jauh menurun + 50% begitu juga dengan nelayan. Dari hasil pengamatan dilapangan hanya ada sedikit kerang sedangkan daging kepiting tidak ada.

Sedangkan Jumri, akui selama 1 (minggu) ini tidak melakukan produksi. Hal ini disebabkan oleh karena tidak adanya pasokan dari nelayan akibat harga jual daging kepiting yang mengalami penurunan + 50% sehingga nelayan enggan untuk mencari kepiting. Dari ketiga pelaku usaha perikanan ini, kegiatan produksinya dan harga menurun akibat dampak covid-19.*