Di Beltim, Ratusan Warga Masyarakat Gelar Shalat Istisqa: Berdoa Memohon Hujan
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 35 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR — Ratusan warga masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Darussalam, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (22/9/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.50 WIB tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi.
Salat Istisqa diikuti sekitar 500 jamaah. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Wakil Bupati Khairil Anwar, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Kapolres Beltim AKBP Husni Tamrin, serta perwakilan Danyonif TP 845/KS, Dankipan B Kapten Ckm Khoirul.

Turut hadir PLT Kakankemenag Beltim Amizan, Ketua FKUB Beltim Zulfaizin, Ketua MUI Beltim Suyatno Taslim, Staf Khusus Bupati Bidang Keagamaan H. Sahyono, Ketua Dewan Masjid Agung Darussalam H. Miftah Suhni, para asisten dan kepala OPD Pemkab Beltim, serta Camat Manggar Suharman.
Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh KH. Hanafi So’i sebagai imam dan Ustaz Rahmat Hidayat sebagai khatib. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Bupati Beltim, dan penutupan.
Dalam sambutannya, Bupati Beltim Kamarudin Muten mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk kerendahan hati manusia sekaligus upaya memohon pertolongan Tuhan di tengah kebutuhan akan air.
“Hari ini kita berkumpul di tempat ini, bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diturunkannya hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi Belitung Timur,” ujar Kamarudin.
Ia menegaskan bahwa doa perlu disertai dengan ikhtiar, termasuk menjaga alam dan lingkungan. Menurutnya, hutan, sungai, sumber air, dan lingkungan merupakan titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Kamarudin juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak sumber air, serta menghindari pembakaran lahan, khususnya dalam kondisi cuaca yang kering.
“Karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta merusak lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus berupaya menjaga lingkungan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian. Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan kepedulian dari seluruh unsur lapisan masyarakat di Kabupaten Belitung Timur,” ucapnya.
Bupati berharap Salat Istisqa tidak hanya menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbaiki cara memperlakukan alam dan lingkungan.
“Mari kita jadikan Salat Istisqo hari ini bukan hanya sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki cara kita memperlakukan alam dan lingkungan sekitar kita,” katanya.

Kegiatan Salat Istisqa selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap doa dan ikhtiar tersebut menjadi jalan bagi turunnya hujan yang cukup, membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Belitung Timur.*
- person
- visibility 22
- forum 0