Dinkes dan IDI Belitung Gelar Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis di Aik Saga
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Dinas Kesehatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Belitung menggelar kegiatan Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan kerja Puskesmas Aik Saga, Kabupaten Belitung, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis (TBC). Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali tanda dan gejala TBC serta melakukan pemeriksaan sejak dini.
Penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga dengan melibatkan anggota keluarga dan masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC.
Dokter spesialis paru sekaligus Ketua IDI Kabupaten Belitung, dr. Dena Asnajaya, Sp.P, mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis.
“Salah satu tujuan kegiatan ini untuk menemukan kasus TBC paru sedini mungkin agar segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Menurut Dena, masyarakat yang berada di sekitar pasien TBC perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tanda dan gejala penyakit tersebut. Pengetahuan itu diharapkan membuat warga lebih cepat mengambil langkah ketika menemukan gejala yang mencurigakan.
Ia menjelaskan, sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, serta demam yang berlangsung terus-menerus, terutama pada malam hari. Pada sebagian kasus, TBC juga dapat disertai sesak napas.
Dena mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan.
“Kenali tanda dan gejala TBC dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, kepedulian keluarga memiliki peran penting dalam upaya menemukan kasus TBC lebih awal. Dukungan keluarga juga diperlukan agar anggota keluarga yang mengalami gejala tidak merasa takut atau malu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Melalui kegiatan edukasi dan pelacakan kontak tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TBC dapat ditangani apabila ditemukan dan diobati secara tepat.
Deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC, terutama di lingkungan keluarga yang menjadi salah satu kelompok berisiko karena tingginya intensitas interaksi.
“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan dan semakin besar peluang untuk mencegah penularan kepada orang-orang di sekitarnya,” tutup dr. Dena.*
- person
- visibility 52
- forum 0