Dorong Literasi Menuju Kesejahteraan,DPKD Belitung Ikut Partisipasi di BelitungYouth Expo 2026
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Belitung turut berpartisipasi dalam Belitung Youth Expo 2026 yang digelar di halaman Gedung Olahraga (GOR) Tanjungpandan, 16–18 Oktober 2026. Melalui tema perpustakaan sebagai Hub Human Capital, instansi ini memperkenalkan peran perpustakaan sebagai pusat pengembangan pengetahuan, kreativitas, keterampilan, dan potensi masyarakat.
Kehadiran perpustakaan dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi buku untuk dibaca, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan dari buku dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Konsep Hub Human Capital memosisikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan sebagai pusat inkubasi dan pengembangan modal manusia.
Melalui pendekatan ini, perpustakaan diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang mendorong masyarakat mengembangkan kemampuan, menggali ide, serta menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.
“Lewat buku dapat buka wawasan,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Hendri Suzanto, S.Sos. M.MTr.
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat yang diusung dalam keikutsertaan perpustakaan pada Belitung Youth Expo 2026. Buku diperkenalkan sebagai sumber inspirasi yang dapat dipelajari, kemudian dipraktikkan untuk menghasilkan keterampilan dan produk yang bermanfaat.
Dari Buku Menjadi Produk Kreatif
Beragam produk olahan dan kerajinan turut ditampilkan untuk memperlihatkan potensi pengembangan keterampilan berbasis pengetahuan. Produk yang diperkenalkan antara lain peletek berbahan ikan lele, keripik dari bahan yang disebut kremis atau kedirik, anyaman hantaran pengantin, keripik daun bayam, serta limsan berbahan daun kelor.
Aneka produk tersebut menjadi gambaran bahwa pengetahuan tidak berhenti pada kegiatan membaca. Informasi yang diperoleh dari buku dapat dikembangkan menjadi praktik, kreativitas, hingga peluang usaha yang berpotensi meningkatkan nilai tambah bahan lokal.
Melalui kegiatan ini, pengunjung juga diajak melihat perpustakaan dari sudut pandang yang lebih luas. Selain sebagai tempat memperoleh informasi, perpustakaan dapat menjadi ruang untuk mencari inspirasi, mempelajari keterampilan baru, dan mengembangkan ide kewirausahaan.*
- person
- visibility 57
- forum 0