MEMBALONG – Kawasan Wisata AREN MAKMUR CEPUN yang dikelola Kelompok Tani AREN MAKMUR CEPUN di Desa Gunung Riting, Kecamatan Membalong, terus menarik perhatian masyarakat sebagai destinasi wisata edukasi berbasis potensi lokal. Kali ini, wisata tersebut mendapat kunjungan dari PAUD Belitung Hijau dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Perawas.
Kedatangan rombongan disambut langsung Ketua Kelompok Tani AREN MAKMUR, Remadi. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat tanaman kabung sekaligus belajar proses pengelolaan hasil turunannya yang memiliki nilai ekonomi.
Remadi menjelaskan, para pengunjung diperkenalkan mulai dari cara menanam kabung, mengenal pohon kabung, hingga proses pembuatan berbagai produk olahan seperti permen kabung, gula kabung, dan gula kabung cair. Tidak hanya itu, para peserta juga berkesempatan mencicipi air kabung murni yang menjadi salah satu daya tarik wisata tersebut.
“Melalui wisata edukasi ini, kami ingin mengenalkan potensi lokal sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak maupun masyarakat,” ujar Remadi.
Untuk menikmati paket wisata edukasi di AREN MAKMUR CEPUN, pengunjung dikenakan biaya Rp20 ribu per orang. Dalam paket tersebut, pengunjung mendapatkan suvenir berupa gula kirik mini, 2 roll permen rasa gula kabung/ dan rasa gula kabung jahe. serta bonus mencicipi permen gula kabong dan air kabong/aren.
Ketua Gemawira Pulau Belitung, Haryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya wisata AREN MAKMUR CEPUN yang dinilai mampu menjadi destinasi edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Dengan hadirnya wisata ini, diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Riting juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Kelompok Tani AREN MAKMUR CEPUN dalam mengembangkan kawasan wisata dan usaha produktif masyarakat.
Menurutnya, pengembangan wisata berbasis potensi desa seperti AREN MAKMUR CEPUN dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal Belitung kepada masyarakat luas.*



















