Home / Bangka Belitung / Guru SD Bangka Tengah Terharu Baca Kisah Bupati HAS Hanandjoeddin
Mei Lanto nomor dua dari kiri dan Haril M Andersen penulis buku Memenuhi Panggilan Rakyat, bersama siswa SMA Bangka Tengah.

Guru SD Bangka Tengah Terharu Baca Kisah Bupati HAS Hanandjoeddin

Bagikan :

BANGKATENGAH:
Mei Lanto, sosok Guru SD (Sekolah Dasar) yang tinggal di Bateng (Bangka Tengah), Provinsi Bangka Belitung terharu setelah membaca buku kedua Hanandjoeddin, yang berjudul “Memenuhi Panggilan Rakyat”: Kiprah dan Kenangan sosok Bupati HAS Hanandjoeddin.

Buku yang disusun tim penulis Haril M Andersen dan Bambang Sutrisno M.Pd. serta didukung tim penyusun lainnya sebagai ikhtiar untuk melengkapi kekurangan data terkait pengusulan Bapak HAS Hanandjoeddin menjadi pahlawan nasional yang telah diusulkan Pemprov Babel pada tahun 2018 lalu.

“Alhamdulillah saya sudah membaca meskipun belum seluruhnya dari buku tersebut. Kiprah Pak H.AS. Hanandjoeddin sebagai Bupati Belitung sangat luar biasa. Pembangunan digalakkan. PAD dikejar sehingga dampaknya sangat luar biasa,” kata Mei Lanto yang juga seorang penggiat sejarah lokal dan telah menulis beberapa buku tentang Topomini daerah.

Mei Lanto akui dirinya begitu terharu saat membaca kisah perwakilan masyarakat Belitung yang datang menemui pimpinan AURI untuk meminta Mayor Udara H. AS Hananjoeddin pulang kampung memimpin daerah Belitung.
“Silakan Bapak ambil pangkat dan seragam Mayor Hanandjoeddin. Tapi Hanandjoeddin tetap kami bawa pulang ke Belitung.”

Dan yang dimaksudkan, Mei Lanto, artinya dalam pencalonan sebagai Bupati, masyarakat yang meminta Pak Long Hanan (HAS Hanandjoeddin: Red) menjadi Bupati. Bukan ambisi beliau. Dan setelah menjadi Bupati, ternyata dukungan masyarakat memang sangat tepat. Pembangunan disegala bidang digalakkan.

“Dalam proses pengusulan Bangka Belitung menjadi provinsi, Pak Long Hanan mengambil tindakan berani. Luar biasa,” katanya.

Dari kiprah tersebut, kata Mei Lanto, Pak Hanan layak diusulkan dan selanjutnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Namanya bukan hanya diabadikan menjadi Bandar udara akan tetapi telah terpatri disanubari masyarakat Belitung dan Bangka Belitung pada umumnya,” ungkapnya.*