Umat Islam di seluruh dunia hari ini merayakan Idul Fitri 1446 H dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema dari perkotaan hingga pelosok desa, dari pegunungan hingga lautan. Hari kemenangan ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk beribadah dengan keimanan dan keikhlasan.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan berharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Hadis ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana pembersihan jiwa dan peningkatan kualitas keimanan.
Idul Fitri: Momen Kerukunan dan Persaudaraan
Idul Fitri tidak hanya bermakna sebagai perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat kerukunan di antara sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Hujurat: 10).
Dalam konteks ini, Idul Fitri mengajarkan pentingnya ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Umat Islam diharapkan dapat menjaga sikap toleransi, menghargai perbedaan, dan menolak segala bentuk pertikaian yang merusak persatuan.
Idul Fitri dan Cinta Kemanusiaan
Lebih dari sekadar momen kemenangan, Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk menebarkan cinta dan kepedulian terhadap sesama. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hamzah Anas Bin Malik r.a).
Semangat berbagi, yang telah diasah selama bulan Ramadhan melalui zakat fitrah, infak, dan sedekah, seharusnya tetap dijaga sepanjang tahun. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam mengajarkan kasih sayang dan solidaritas sosial sebagai bagian dari keimanan.
Menyongsong Masa Depan dengan Semangat Persatuan
Kita baru saja melewati sebuah hajat besar yaitu Pemilu 2024. Kita sudah memilih anggota parlemen dan memilih pemimpin kita yakni presiden dan wakil presiden. Di Daerah kita juga Memilih Bupati dan Wakil Bupati Belitung 27 November 2024. Ada sebagian dari kita yang pilihannya menang, dan ada yang kalah.
Masih hangat di ingatan kita betapa seru dan menariknya perselisihan terkait hal ini, yang seolah menjadi bumbu langganan tiap lima tahun sekali. Namun, itu sudah lewat, sudah menjadi masa lalu. Mari kita tatap masa depan dan yang menang untuk merealisasikan visi misi dan janji janji politiknya untuk perbaikan dan kesejahteraan masyarakat kita di daerah.
Perbedaan pandangan politik kita hendaknya tidak kemudian menjadikan alasan bagi kita untuk berpecah belah. Kepentingan bangsa kepentingan daerah ini jauh lebih tinggi ketimbang kepentingan elektoral seseorang atau sebagian kelompok. Marilah kita kembali lagi kepada fitrah kita sebagai sebuah bangsa, yakni Bhinneka Tunggal Ika, meski berbeda, namun tetap satu jua.
Doa dan Harapan di Hari yang Fitri
Di penghujung perayaan, umat Islam memanjatkan doa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan petunjuk, kesehatan, dan keberkahan dalam kehidupan. Harapan besar agar persaudaraan dan kasih sayang terus mengakar kuat di hati setiap individu, membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
Untuk menutup khutbah idul fitri ini marilah kita berdoa kepada Allah SWT:
Ya Allah ya tuhan kami.. Hari ini kami bertekuk lutut dihadapan-Mu.. Kami memohon Ridlo dan ampunan-Mu..
Ya Allah ya tuhan kami.. Yang merajai langit dan bumi, yang mengendalikan alam semesta jagad raya ini..
Ya Allah ya tuhan kami.. Terimalah ibadah kami, sholat kami, puasa kami, bacaan Al Qur’an kami dan ibadah yang kami lakukan selama bulan Ramadhan.
Ya Allah.. Ampunilah segala dosa-dosa kami, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami. Apabila orang tua kami masih hidup maka berikanlah la kesehatan, dan rizki yang melimpah, dan berikan ketetapan Iman dan Islam.
Apabila orang tua kami sudah wafat, maka ampuni segala dosa-dosanya, terimalah segala amal kebaikannya. Berikan tempat terbaik untuk orang tua kami di sisi-Mu.
Ya Allah ya tuhan kami, jika diantara kami ada yang sedang sakit maka angkatlah penyakit-Nya. Sembuhkanlah la agar bisa beribadah dengan sempurna.
Ya Allah buka bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan.pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu syurga. Ya Allah Terima Doa dan Pinta Kami
Robbana Aatina Fiddunya Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinna Aza banner. Walahamdulillah hirobbil Alamain.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446 Η MINAL AIDIN WAL FAA IZIN MOHON
MAAF LAHIR DAN BATHIN”
Wallahul muwaffiaq ila aqwamithariq
Wassalamualikum Wr.Wb
*)KHOTIB DAN IMAM IDUL FITRI 1446 H /2025 M disampaikan Drs. H. Masdar Mawawi M.M di Masjid Al Falah , Jalan Pantai, Kelurahan Kota Tanjungpandan, Belitung.












