Home / Bangka Belitung / Ini Saran LAMBEL Terkait Penyusunan Revisi RTRW Kab Belitung

Ini Saran LAMBEL Terkait Penyusunan Revisi RTRW Kab Belitung

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Pemkab Belitung gelar ekposes laporan akhir dan konsultasi publik II revisi RTRW (Revisi Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Belitung yang bertempat di BW Suite, Jalan Patimura Tanjungpandan Belitung, pada Senin 29 Nopember 2021.

Adapun kegiatan ekspose ini adalah terkait penyusunan revisi rencana tata ruang wilayah kabupaten Belitung, oleh Dinas Pekerjaan umum dan perumahan rakyat Kabupaten Belitung APBD tahun 2021.

Acara kegiatan ini dihadiri Bupati/Wakil Bupati Belitung, DPRD Belitung, OPD terkait, camat, Kades dan BPD se Belitung, AMB, LAMBEl (Lembaga adat melayu Belitung), KNPI, Asosiasi pengusaha restoran dan hotel kabupaten Belitung, Ikatan Petani Membalong, pemuda DPM Belitung, Komunitas konservasi Alam Belitung.
Dalam gelar ekspos, sejumlah peserta memberikan saran dan masukkan terkait ekposes laporan akhir dan konsultasi publik II revisi RTRW Kabupaten Belitung.

Dan pada acara tersebut Ketua LAMBEL Drs. H. Abdul Hadi Adjin yang juga Mantan Ketua Bappeda Belitung memberikan masukan dalam Revisi RTRW 2014 – 2023 sebagai berikut diantaranya
1. menyarankan agar semua lahan sawit yang berada disamping jalan raya. DAS (Daerah Aliran Sungai) dan daerah Situs Sejarah/Religius dalam HGU Sawit agar dikeluarkan jadi Tanah Adat Masyarakat

2.Pemekaran Wilayah Kota Tanjungpandan, desa dan kelurahan

3. Pembangunan Depo/Full Pertamina BBM dan Gas Elpiji dalam rangka mendukung Pembangunan Pariwisata berkelas Dunia serta Pembangunan Perikanan. Kelautan serta Industri dan Jasa sehingga kebutuhan Energie yang cukup dan permanen untuk jangka panjang. Karena itu pembangunan Depo/Full BBM/GAS Elpiji ini segera dilaksanakan usulannya oleh Bupati kepada Pertamina dengan lahan di kawasan Industri Suge

4. IUP Timah yang tidak produktif agar Dikeluarkan dari Iup timah dan Pemberian izin HGU Sawit dan Izin Tambang Timah tidak diizinkan (izin baru).
Usulan dan saran ini sebagai persiapan penyediaan lahan untuk pertanian & perkebunan masyarakat sebagai salah satu alternatif solusi penyediaan lapangan kerja pasca tambang.

Hadi menyatakan bahawa saat ini ‘status Pembangunan Kabupaten Belitung sudah “ON THERACK’ yang perlu disiapkan adalah kebutuhan Energie.
BBM/Gas elpiji dan Kebutuhan Air Bersih sedangkan Listrik sudah cukup
Hal yang perlu ditata dengan baik adalah kebutuhan LAHAN yang tidak bermasalah.*