Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bangka Belitung » KD-17 Belitong Gelar Diskusi Terbatas Soal Pertimahan: Begini Hasilnya

KD-17 Belitong Gelar Diskusi Terbatas Soal Pertimahan: Begini Hasilnya

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNGPANDAN — Perkembangan tata kelola pertambangan timah di Pulau Belitung kembali menjadi perhatian. Komunitas Diskusi 17 (KD-17) Belitong menggelar diskusi terbatas pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, di Sekretariat KD-17 Belitong, Jalan Aik Serkuk Dalam RT 28, Tanjungpandan.

Diskusi yang dihadiri pengurus dan sejumlah narasumber KD-17 tersebut membahas berbagai persoalan sektor pertimahan, mulai dari keberadaan kolektor, penerapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga maraknya pengiriman pasir timah keluar Belitung.

Dalam diskusi tersebut, KD-17 menilai tata kelola pertambangan timah di Belitung membutuhkan pendekatan yang lebih sesuai dengan karakteristik pertambangan rakyat dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah sistem kolektor dalam rantai perdagangan pasir timah.
“Di dalam sektor tambang tidak mengenal sistem kolektor,” menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Belitung dan Luka Restrukturisasi PT Timah

KD-17 juga menyinggung sejarah restrukturisasi PT Timah pada 1991 hingga 1992 yang berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Belitung.

Restrukturisasi tersebut disebut menyebabkan pengurangan ribuan karyawan dan mengguncang perekonomian masyarakat. Setelah periode tersebut, aktivitas PT Timah di Belitung dinilai mengalami perubahan, dari aktivitas penambangan menjadi lebih banyak melakukan pembelian pasir timah dari tambang rakyat.

Dalam kondisi tersebut, muncul peran memanfaatkan jasa kolektor yang dalam pandangan KD-17 merupakan bagian dari sistem perdagangan timah yang berkembang setelah perubahan pola operasi perusahaan.

RKAB Dinilai Harus Melihat Kondisi Lapangan

Penerapan konsep Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada pertambangan timah sekunder juga menjadi perhatian serius.

KD-17 menilai penerapan RKAB secara memaksa tanpa mempertimbangkan karakteristik pertambangan sekunder dan kondisi lapangan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Menurut forum tersebut, kebijakan pertambangan harus memperhitungkan realitas di lapangan agar regulasi tidak justru memunculkan persoalan baru atau menjadi “blunder” dalam pelaksanaannya.

Soroti Pengiriman Pasir Timah Keluar Belitung

KD-17 juga menyoroti tingginya volume pasir timah yang disebut keluar dari Belitung setiap bulan.

Dalam diskusi disebutkan, jumlah pasir timah yang keluar Belitung mencapai lebih dari 1.000 ton per bulan. Sementara itu, produksi yang digarap PT Timah disebut berada pada kisaran 100 hingga 200 ton, sedangkan sisanya berasal dari pihak swasta maupun aktivitas tambang rakyat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan celah dalam tata niaga timah, terutama apabila pasir timah dikirim keluar daerah tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Karena itu, KD-17 Belitong kembali menegaskan sikapnya agar pengiriman pasir timah tanpa dokumen dihentikan.

Dorong Pembangunan Smelter di Belitung

Sebagai salah satu solusi, KD-17 mendorong agar PT Timah Tbk membangun fasilitas pengolahan atau smelter timah di Belitung.

Menurut forum tersebut, keberadaan smelter di daerah asal akan membuat pasir timah tidak perlu dikirim keluar Belitung dalam jumlah besar. Selain meningkatkan nilai tambah di daerah, langkah tersebut juga dinilai dapat mempersempit ruang terjadinya penyelundupan atau perdagangan timah ilegal.

KD-17 menyatakan apabila PT Timah Tbk tidak mampu merealisasikan pembangunan smelter secara mandiri, perusahaan dapat membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta nasional ataupun membentuk konsorsium.

“Pasir timah sebaiknya diolah di Belitung. Dengan demikian, pengiriman pasir timah keluar daerah yang rentan terhadap penyalahgunaan dan penyelundupan dapat diminimalkan,” menjadi salah satu gagasan utama dalam diskusi.

Diskusi KD-17 Belitong tersebut pada akhirnya menekankan pentingnya pembenahan tata kelola pertimahan secara menyeluruh. Regulasi, aktivitas tambang rakyat, tata niaga, hingga pengolahan hasil tambang dinilai harus ditempatkan dalam satu sistem yang transparan, tertib, dan berpihak pada kepentingan ekonomi masyarakat Belitung.

KD-17 berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas untuk mencari solusi atas persoalan pertimahan di Belitung, sehingga kekayaan timah tidak hanya menjadi komoditas yang keluar dari daerah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Belitung.*

  • person
  • visibility 67
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Beltim Dorong Guru Jadi Teladan Disiplin: Pendidikan Bermutu Dimulai dari Figur Pendidik

    Bupati Beltim Dorong Guru Jadi Teladan Disiplin: Pendidikan Bermutu Dimulai dari Figur Pendidik

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle sma
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MANGGAR: Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyerukan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa. Hal ini disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Bupati Beltim, Jumat (2/5/25). Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Afa ini menekankan bahwa kedisiplinan guru menjadi fondasi penting dalam pembentukan moral dan daya saing […]

  • Babinsa Sertu Suparna Gelar Komsos untuk Perkuat Silaturahmi dan Keamanan di Desa Kelubi

    Babinsa Sertu Suparna Gelar Komsos untuk Perkuat Silaturahmi dan Keamanan di Desa Kelubi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle sma
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MANGGAR: Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan wilayah, Babinsa Desa Kelubi dari Koramil 414-02 Manggar, Sertu Suparna, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaannya pada Kamis pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Komsos merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang rutin […]

  • Per 7 Mei 2021, 72 PCS Takjil Dibagikan Bee Moeslem ke Masyarakat

    Per 7 Mei 2021, 72 PCS Takjil Dibagikan Bee Moeslem ke Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle sma
    • visibility 29
    • 0Komentar

    TANJUNGPANDAN: Jumat 7 Mei 2021, Bee Moeslem lakukan pembagian takjil 72 PCS ke masyarakat di depan @rumahtahfidzalaqso Jalan Jend. A. Yani Tanjungpandan, samping kantor Dinas pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belitung, pada Koordinator Bee Moeslem Ridho Ilahi akui tinggal beberapa hari lagi kegiatan pembagian takjil ke masyarakat akan memasuki 30 hari ramadhan. “Semoga tercapai sesuai target […]

  • WARMING UP PEMILU 2024, INI TAHAPAN MULAI “PANAS” DI TAHUN 2023

    WARMING UP PEMILU 2024, INI TAHAPAN MULAI “PANAS” DI TAHUN 2023

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2023
    • account_circle sma
    • visibility 28
    • 0Komentar

    MANGGAR, Bangka Belitung: Tahun 2024 mendatang, rakyat negeri ini kembali akan mendatangi TPS diseantero wilayah tepatnya 14 Februari 2024 untuk memberikan hak suaranya pada lagi lagi Pemilu 5 kotak yakni memilih calon legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan memilih Capres dan Cawapres. Terhitung hari ini Minggu 15 Januari 2023 maka masih […]

  • Belitung Sempat Dijajah Inggris

    Belitung Sempat Dijajah Inggris

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2017
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 41Komentar

    Tidak hanya Belanda yang sempat menjadikan daerah jajahannya di Pulau Belitung. Tanggal 17 Mei 1812 pulau Belitung resmi menjadi jajahan Inggris. Meski menjadi jajahannya tidak pernah berada di Belitung. Guna menjalankan roda pemerintahan, residen Inggris di Bangka, Mayor Gourt mengangkat Raja Akil dari Siak sebagai kepala pulau Belitung. Hal itu tertulis dalam sebuah buku sejarah […]

  • DPC PPP Kab. Belitung Ikuti Bimtek Workshop Political Marketing dan Bedah Dapil

    DPC PPP Kab. Belitung Ikuti Bimtek Workshop Political Marketing dan Bedah Dapil

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2022
    • account_circle sma
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG: DPC (Dewan Pimpinan Cabang)  PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Kabupaten Belitung mengikuti acara Bimbingan Teknis (BIMTEK) Workshop Political Marketing dan Bedah Dapil pada tanggal 17-19 Juni 2022, yang bertempat di Swiss Bell Hotel Kota Pangkalpinang, Jumat (17/06/2022). Adapun penyelenggara acara adalah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang acaranya berlangsung […]

expand_less