Di balik program rehabilitasi 181 rumah tersebut, tersimpan kisah haru para penerima manfaat. Salah satunya adalah Unima Razak (92), warga Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, yang akrab disapa Nek Une.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2026, sebanyak 181 rumah milik warga kurang mampu akan direhabilitasi melalui Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) Kabupaten Beltim.
Dari program tersebut, Nek Une menjadi salah satu penerima manfaat Program BSRS tahun 2026. Di usianya yang telah menginjak 92 tahun, ia mengaku bersyukur rumah yang selama ini ditempatinya akhirnya mendapat bantuan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Beltim.
Kondisi rumah semi permanen yang sebagian besar terbuat dari papan itu memang telah dimakan usia dan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatannya jika tidak segera diperbaiki.
Nek Une diketahui telah lama hidup sendiri setelah ditinggal suaminya puluhan tahun lalu. Ibu dari sembilan orang anak tersebut sepanjang hidupnya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan buruh kebun untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan kondisi penglihatan dan pendengaran yang semakin menurun, ia kini hanya berharap dapat menikmati masa tuanya di rumah yang lebih aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, senang. Cukup dapat bantuan ini untuk memperbaiki rumah,” ungkap Nek Une didampingi putrinya, Rosmini (56).
Rosmini mengatakan proses pembangunan nantinya akan dibantu oleh keponakan mereka. Bantuan yang diterima akan difokuskan untuk pembelian material agar rumah sang ibu menjadi lebih kokoh dan layak huni.
“Nanti rumahnya dibangunkan oleh keponakan kami. Bantuan ini sangat berarti bagi ibu,” katanya.
Bagi Nek Une, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan harapan untuk menjalani sisa usia dengan lebih tenang di rumah yang aman, sehat, dan layak dihuni.
“Semoga dapat rumah yang baik dan layak untuk ditinggali,” harapnya lirih.*sumber: Diskominfo SP Beltim













