TANJUNGPANDAN – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein, menggelar kegiatan reses Masa Sidang V Tahun Sidang 2025–2026 bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung di La Lucia Hotel, Tanjungpandan, Senin (20/7/2026).
Dalam pertemuan reses tersebut, berbagai persoalan strategis sektor transportasi di Kabupaten Belitung menjadi perhatian utama, mulai dari percepatan rehab Bandara H.AS. Hanandjoeddin hingga pengembangan infrastruktur pelabuhan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, SPi berharap adanya dukungan dari Anggota DPD RI untuk mempercepat proses perehaban Bandara H.AS. Hanandjoeddin.
Menurutnya, peningkatan fasilitas bandara sangat penting untuk menunjang konektivitas dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
Selain itu, Firdaus juga menyoroti kondisi Pelabuhan Tanjung Ru yang dinilai memiliki peran vital bagi masyarakat Belitung. Ia berharap ada dukungan agar anggaran untuk perbaikan pelabuhan dapat ditingkatkan sehingga kapal dengan kapasitas lebih besar dapat bersandar.
“Hal ini akan memperkuat konektivitas laut dan mendukung distribusi barang maupun penumpang,” ujarnya.
Firdaus juga mengusulkan percepatan pemindahan aktivitas bongkar muat yang besar dari Pelabuhan Tanjungpandan. Menurutnya, aktivitas truk-truk besar yang melintasi pusat kota sudah tidak lagi ideal bagi perkembangan kawasan perkotaan.
“Solusinya adalah mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Batu. Apakah nantinya Pelindo menjadi operator atau melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” katanya.
Sementara itu, Senator Darmansyah Husein menegaskan bahwa sektor perhubungan harus tetap menjadi salah satu sektor unggulan di Belitung sebagai daerah kepulauan yang memiliki tantangan besar dalam konektivitas laut dan udara.
Menurutnya, Belitung harus dibangun menjadi pulau yang nyaman sebagai tempat tinggal sekaligus destinasi wisata yang menarik. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sistem transportasi yang aman, lancar, dan berkelanjutan.
“Kita ingin pergerakan orang dan barang berlangsung lancar, aman, dan berkelanjutan. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan sektor perhubungan di Belitung berjalan searah,” ujar Darmansyah.
Ia menambahkan, perhatian tidak hanya difokuskan pada bandara dan pelabuhan, tetapi juga terhadap infrastruktur pendukung seperti kondisi jalan, rambu-rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, hingga penguatan kembali layanan angkutan umum darat.
Menurutnya, keberadaan transportasi massal seperti DAMRI perlu terus didorong agar tetap melayani masyarakat dan menjadi bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi.
Darmansyah juga menilai tiga pelabuhan utama di Belitung, yakni Pelabuhan Tanjungpandan, Tanjung Batu, dan Tanjung Ru, harus dioptimalkan sesuai fungsi masing-masing sehingga mampu memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di Pulau Belitung.
Di sektor penerbangan, ia menyebut perlunya percepatan pengembangan Bandara H.AS. Hanandjoeddin, termasuk gagasan pemisahan area sipil dan militer agar kapasitas pelayanan penerbangan sipil dapat ditingkatkan secara maksimal.
Melalui reses tersebut, berbagai aspirasi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung akan menjadi bahan masukan yang akan diperjuangkan di tingkat pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Negeri Laskar Pelangi.*











