Home / Bangka Belitung / Komisi 3 DPRD Beltim Kunker ke SMK Yaperbel 2 Tgpandan
IMG_20211228_182205

Komisi 3 DPRD Beltim Kunker ke SMK Yaperbel 2 Tgpandan

Bagikan :

TANJUNGPANDAN: Komisi 3 DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) lakukan kunjungan kerja (kunker) ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Yaperbel (Yayasan Perguruan Belitung) 2 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa, 28 Desember 2021.

Saat berada di SMK Yaperbel Tanjungpandan, rombongan komisi 3 DPRD kabupaten Beltim yang diterima langsung dari Ketua Yaperbel 17 Mirang Uganda SH, Sekretaris Yaperbel 17 Drs. Huniadi Belia, Badan Pengawasan Yaperbel Drs. Asri Rachman, Kepala SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan Samad, S.M.

Sementara dari komisi 3 DPRD Beltim ini dihadiri Koko Haryanto SIP, Yohendra, Suladi, Sunarjo, Venos Sugianto, Marwan, Akhirudin, Suparman.

Adapun kunjungan dari Komisi 3 DPRD Beltim adalah dalam rangka tukar informasi seputar pengelolaan sekolah dibawah naungan yayasan, termasuk kegiatan belajar mengajar di SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan di masa pandemi.

Dalam diskusi ini anggota komisi 3 Koko Haryanto sampaikan pihaknya ingin bertukar informasi bagaimana pengelolaan sekolah dibawah naungan yayasan hingga terus berjalan.

Menurut Koko, dirinya mencontohkan seperti pengelolaan sekolah dibawah naungan yayasan di Beltim ada yang belum optimal dalam menjalankan roda pendidikan.
“Itulah perlu kita berdiskusi dengan pihak SMK yaperbel 2 dibawah naungan Yaperbel 17. Jadi, bagaimana pengelolaan sekolah dan pendanaan yayasan dalam hal mengelola pendidikan hingga sekolah ini terus bertahan,” katanya.

Selain itu anggota komisi 3 DPRD Beltim Marwan juga sampaikan cara dan bagaimana upaya pihak sekolah dalam mengatur KBM (kegiatan belajar mengajar) di masa pandemi termasuk juga kerjasama dengan dunia usaha dalam hal peningkatan SDM anak didik.

Ketua Yaperbel 17 Mirang Uganda SH sampaikan terima kasih atas kehadiran dari rekan rekan komisi 3 DPRD Beltim dalam kaitan tukar informasi seputar pengelolaan sekolah di bawah naungan yayasan.

“Kami menyambut baik atas kehadiran rekan rekan DPRD Beltim,” katanya.

Menurut Ketua Yaperbel 17 ini, pihaknya tetap bersinergi dalam pengelolaan sekolah untuk saling mengisi atau berkolaborasi satu sama lain.

“Alhamdulillah kini tetap bertahan dan terus berupa meningkatkan keberadaan mutu sekolah untuk terus ditingkatkan. Dan yang terpenting antara sekolah dan yayasan satu misi dan visi. Misalnya, suatu hal yang membuat bertahannya sekolah ini karena minat dan pilihan masyarakat yang tidak memandang negeri atau swasta. Begitu juga tempat strategis serta pengelolaan manajemen sekolah dengan baik. Bahkan kemungkinan kita jejaki terkait rencana penambahan satu jurusan baru yang diminati di SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan. Begitu pun dalam penerimaan siswa kita terbuka untuk umum. Ini semua berbagai terobosan yang kami lakukan dalam pengembangan sekolah ini,” katanya.

Sementara itu, ditambahkan Kepala SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan Samad, S.M.
Menurutnya, keberadaan SLTA (sekolah lanjutan tingkat atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) kini berada koordinasi dinas pendidikan provinsi Bangka Belitung.

Menyangkut KBM, Samad ungkapkan bahwa memang ada pemberlakuan sekolah di masa pandemi dalam bentuk kebijakan pemerintah daerah yang tetap harus menjadi acuan pihak sekolah dalam kegiatan pembelajaran. Terhadap hal itu, pihak sekolah terapkan dua sisi dalam pembelajaran di masa pandemi.

“Yakni sesi satu di kelas dan sesi dua di rumah. Dan sesi dua di rumah diberikan penugasan. Bila minggu ini sesi satu, maka sesi dua di rumah. Dan minggu depan sebaliknya sesi dua di kelas dan sesi satu di rumah,” katanya.

Mengenai kiat-kiat yayasan dalam hal pendanaan sekolah, Samad sampaikan pihaknya dalam pengembangan pendidikan memperoleh bantuan dari pemerintah dan dana dana lainnya.
“Kita berharap kedepannya ada bantuan lainnya mengingat sumbangsih SMK Yaperbel 2 Tanjungpandan telah melahirkan SDM di Belitung,” katanya.

Selain itu kata Samad, pihaknya juga membuka kerjasama dengan pihak swasta untuk para siswa dalam menerapkan ilmu teori dan praktek di lapangan, termasuk penyiapan lulusan siap pakai dan siap kerja.*