KPU Beltim Sosialisasi Pemilih bagi Pelajar Disabilitas
- Bangka Belitung
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGAR – Demokrasi tak hanya dipahami melalui teori, tetapi juga bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Itulah yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur saat menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bertema “Disabilitas Cerdas Pemilu: Suara Pertamaku, Masa Depan Bangsaku, Pelajar Disabilitas Siap Berekspresi” di SLB Negeri Manggar.
Kegiatan yang berlangsung, Kamis (30/7/2026), penuh kehangatan dan interaksi tersebut menjadi ruang belajar bagi para pelajar disabilitas untuk mengenal nilai-nilai demokrasi sejak dini. Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak merasakan langsung bagaimana proses memilih, menghitung suara, hingga menerima keputusan bersama.
Kepala SLB Negeri Manggar, Ari Mulyanto, S.Pd, mengapresiasi langkah KPU Kabupaten Belitung Timur yang menghadirkan pendidikan politik yang inklusif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta didik.

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih bertema “Disabilitas Cerdas Pemilu: Suara Pertamaku, Masa Depan Bangsaku, Pelajar Disabilitas Siap Berekspresi” di SLB Negeri Manggar.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian KPU dalam memastikan setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama untuk memahami demokrasi dan menggunakan hak pilihnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur, Asrikhah, Iskandar, dan Leny Septriyani, hadir sebagai narasumber. Mereka memberikan pemahaman mengenai pentingnya hak pilih, peran pemilih pemula, serta menanamkan nilai bahwa setiap suara memiliki arti yang sama dalam menentukan masa depan bangsa.
Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur yang juga Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Asrikhah, mengatakan pendidikan pemilih sejak dini merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran demokrasi yang inklusif.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam demokrasi, termasuk teman-teman penyandang disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur Iskandar menuturkan bahwa sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya data pemilih yang akurat.
Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat diharapkan dapat mendukung proses pemutakhiran data pemilih agar berjalan lebih tepat sasaran dan tidak ada warga yang kehilangan hak konstitusionalnya untuk memilih.
Di sisi lain, Anggota KPU Kabupaten Belitung Timur Leny Septriyani menegaskan bahwa setiap suara memiliki nilai yang sama dalam menentukan masa depan bangsa.
“Hak pilih merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Karena itu, setiap suara sangat berarti dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia,” katanya.
Belajar Memilih Lewat “Pohon Suara Kita”
Suasana semakin semarak ketika Anggota KPU, Asrikhah memperkenalkan media edukasi interaktif “Pohon Suara Kita SLB Negeri Manggar”. Melalui simulasi sederhana, para siswa diminta menentukan pilihan pada dua dahan kiasan, yakni Dahan A (Aktivitas Olahraga) dan Dahan B (Kegiatan Nonton Film).
Setiap peserta kemudian menempelkan buah-buahan kertas pada dahan sesuai pilihannya.
Aktivitas tersebut menjadi ilustrasi nyata bagaimana setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, bebas, dan setara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur saat menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bertema “Disabilitas Cerdas Pemilu: Suara Pertamaku, Masa Depan Bangsaku, Pelajar Disabilitas Siap Berekspresi” di SLB Negeri Manggar.
Namun, pembelajaran sesungguhnya justru hadir setelah proses pemungutan suara selesai.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa pilihan terbanyak jatuh pada Aktivitas Olahraga. Meski sebagian peserta memilih Nonton Film, seluruh siswa menerima hasil tersebut dengan gembira. Tidak ada rasa kecewa ataupun perbedaan perlakuan. Mereka justru bersama-sama merayakan hasil keputusan yang telah ditentukan melalui suara terbanyak.
Momen sederhana itu dikatakan Asrikhah, selaku divisi pengampuh, tentu menjadi pelajaran berharga tentang makna demokrasi. Bahwa setiap orang diberi kesempatan yang sama untuk memilih, setiap pendapat didengar, dan ketika keputusan telah ditetapkan secara bersama, semua pihak menghormati serta menerimanya dengan lapang dada.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil “pemungutan suara”, seluruh peserta kemudian langsung mempraktikkan pilihan yang menang dengan mengikuti kegiatan olahraga indoor melalui gerakan senam dan ice breaking yang berlangsung penuh keceriaan.
Tawa dan semangat para siswa menjadi bukti bahwa demokrasi dapat dipelajari melalui pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun nilai kebersamaan.
Mewujudkan Pemilu yang Semakin Inklusif
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Belitung Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemilu yang inklusif, aksesibel, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Pendidikan pemilih sejak dini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri para pelajar disabilitas untuk berpartisipasi aktif dalam setiap agenda demokrasi di masa depan.

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih bertema “Disabilitas Cerdas Pemilu: Suara Pertamaku, Masa Depan Bangsaku, Pelajar Disabilitas Siap Berekspresi” di SLB Negeri Manggar.
Lebih dari sekadar mengenalkan tata cara memilih, sosialisasi ini juga menanamkan nilai bahwa demokrasi adalah tentang menghargai perbedaan pilihan, menerima keputusan bersama, dan menjunjung tinggi kesetaraan hak setiap warga negara.
Dengan pendekatan yang edukatif, kreatif, dan penuh kegembiraan, KPU Kabupaten Belitung Timur menunjukkan bahwa belajar demokrasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan bermakna bagi semua.*
- person
- visibility 67
- forum 0