Home / Bangka Belitung / LAMBEL & FKAB Gelar Doa Secara Agama/Adat dan Diskusi Tangani Covid-19

LAMBEL & FKAB Gelar Doa Secara Agama/Adat dan Diskusi Tangani Covid-19

Bagikan :

MEMBALONG: FKAB (Forum Kedukunan Adat  Belitung) dan LAMBEL (Lembaga Adat Melayu Belitung), lakukan doa bersama untuk keselamatan masyarakat
Belitung
dan diskusi tentang bagaimana cara dan usaha menghilangkan penyakit ini, yang disamping melakukan PROKES (Protokol Kesehatan) penting juga melaksanakan DOA bersama secara Agama dan Cara adat masyarakat yang bertempat di rumah dukun pak Mukti, di Dusun Ulim Desa Lassar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Minggu kemarin.

Adapun acara kegiatan ini dihadiri Ketua FKAB Mukti Maharif beserta pengurusnya dan Ketua LAMBEL Drs. H. Abdul Hadi Adjin, beserta pengurus LAMBEL diantaranya Achmah Hamzah (Wakil Ketua LAMBEL), Ismail Mihad ( Sekretaris LAMBEL) Karseno (Bendahara LAMBEL), dan pengurus LAM Kecamatan.

Ketua LAMBEL Drs . H. Abdul Hadi Adjin benarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, Inisiatif pertemuan ini adalah dari Forum Kedukunan Kabupaten Belitung dan LAMBEL.

Menurut Hadi, acara kegiatan doa bersama namun nantinya akan diteruskan semua Kecamatan secara berkala.

“Nantinya, LAM Kecamatan dan Forum Kedukunan Kecamatan akan bersinergi bangun Diskusi semacam ini,” kata Hadi.

Sementara itu, pada pertemuan ini acara ini dengan moderator Sekretaris LAMBEL Ismail Mihad, diawali doa bersama yang dihadiri pengurus LAMBEL dan pengurus FKAB.

Adapun kesimpulan pertemuan antara
LAMBEL dan FKAB yang menyarankan kepada Bupati Belitung yang sekaligus ketua Satgas Covid-19 diantaranya.

1. Masyarakat membutuhkan ketenangan batin dan pikiran/imunisasi sosial karena itu pada pertemuan ini meminta kepada ketua Satgas Covid-19 Belitung agar serene mobil jenazah serta patwal dan polisi dievaluasi kembali agar suara itu ditiadakan karena membuat masyarakat semacam trauma karena terlalu sering berbunyi ketika melintas di Jalan Raya.

2. Berita tentang kematian covid-19 agar tidak disiarkan ke publik secara masif karena akan mengganggu pikiran masyarakat.

3. LAMBEL dan Forum Kedukunan akan tetap lakukan pembacaan doa bersama se Kecamatan yang dilakukan secara berkala khususnya LAM Kecamatan dan Forum kerukunan di Kecamatan hingga ke tingkat desa dalam wilayah Pulau Belitong.

4. Diharapkan kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Belitung dan Dewan Masjid Kabupaten untuk istigosah itu dilaksanakan semua masjid dan surau-surau se Kabupaten Belitung.

5. Para Khotib terus melakukan pembinaannya dalam setiap Jumat untuk membantu pemerintah tentang covid sehingga mendapatkan ketenangan dan imunisasi sosial yang benar.

6 Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebut COVID sebab pepatah urang belitung “jat baik itu ade de JUNGOR” jadi banyak-banyaklah betasbih (banyak-banyak mengingat dan menyebut Tuhan Yang Maha Esa)