TANJUNGPANDAN: Suasana Hari Raya Idulfitri di Belitung selalu menghadirkan kehangatan yang khas. Di Tanjungpandan, Lebaran terasa belum lengkap tanpa kehadiran beragam hidangan tradisional yang menggugah selera dan sarat makna kebersamaan.
Di setiap rumah, meja makan dipenuhi sajian istimewa. Ketupat yang disandingkan dengan opor ayam menjadi menu wajib yang tak pernah absen. Selain itu, ayam ketumbar dengan aroma rempah yang khas, sumur daging yang gurih, hingga rendang yang kaya cita rasa turut memperkaya hidangan Lebaran masyarakat setempat.
Tak hanya makanan utama, aneka kue tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri. Kue rintak yang renyah, kue sempret yang manis, kue melati yang lembut, hingga kue sepit atau semprong yang klasik, semuanya tersaji indah di meja tamu, siap dinikmati bersama keluarga dan kerabat yang berkunjung.
Beragam camilan khas pun melengkapi suasana. Dodol Belitung dengan tekstur legitnya, lepat ketan yang kenyal, serta kue bulo yang unik menjadi teman santai di sela-sela silaturahmi. Setiap gigitan menghadirkan kenangan dan mempererat tali kekeluargaan.
Lebaran di Belitung bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga perwujudan tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi. Perpaduan antara kekayaan kuliner, kehangatan kebersamaan, dan pesona alam menjadikan momen Lebaran di daerah ini begitu berkesan—bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi siapa saja yang berkesempatan merasakannya.











