Lembaga Adat Belitung Hadiri Selamat Kampong di Desa Juru Seberang
- Bangka Belitung Wisata Belitung
- calendar_month 25 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNGPANDAN — Suasana kebersamaan dan nuansa adat terasa di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Jumat (4/9/2026). Masyarakat setempat kembali melaksanakan tradisi Selamat Kampong, sebuah warisan adat, dan budaya yang hingga kini masih dipertahankan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat Melayu Belitung.
LAM Belitung hadir dipimpin Ketua Achmad Hamzah, didampingi Sekretaris Ismail Mihad dan Ketua LAM Kecamatan Tanjungpandan Alpian. Sejumlah tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh pemuda juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain unsur lembaga adat, acara Selamat Kampong dihadiri Kepala Desa Juru Seberang Andriansyah, Ketua Ikatan Kekeluargaan Dukun Kabupaten Belitung Darmo, serta perangkat desa.
Bagi masyarakat Belitung, Selamat Kampong bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bersama demi keselamatan dan kebaikan kampung.
Tradisi tersebut umumnya dilaksanakan secara rutin setahun sekali. Di tengah perubahan zaman, pelaksanaan Selamat Kampong dipimpin oleh seorang tetua adat, yang menjadi salah satu cara masyarakat untuk tetap menjaga hubungan dengan akar budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Ketua LAM Belitung Achmad Hamzah menyebut kegiatan itu juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mempertahankan nilai adat dan budaya daerah.
Di Juru Seberang, doa dan harapan masyarakat kembali dipanjatkan. Bukan hanya untuk keselamatan setiap keluarga, tetapi juga untuk ketenteraman, kerukunan, serta keberkahan bagi seluruh kampung.
Selamat Kampong pun menjadi pengingat bahwa tradisi tidak hanya hidup dalam upacara, tetapi juga dalam kebersamaan masyarakat yang terus menjaganya dari satu generasi ke generasi berikutnya.*
- person
- visibility 16
- forum 0

