Maras Tahun Kelekak Usang: Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Adat Budaya

Tradisi Maras Tahun hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Belitung sebagai simbol syukur, doa, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik

TANJUNGPANDAN – Tradisi adat Maras Tahun digelar masyarakat RT 19/RW 07, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Perawas, Yahya, SE, Kepala Dusun, Dukun Kelekak Usang Yudi Asmadi, Ketua RT 19 Suryana, Ketua Panitia Sulaiman, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi ritual adat yang dipimpin Dukun Tua Kelekak Usang, Yudi Asmadi, didampingi dukun muda Didi Karyadi. Setelah prosesi selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan makan lepat khas Belitung yang dinikmati warga secara bersama-sama.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi Asmadi menjelaskan bahwa Maras Tahun merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat pada tahun mendatang menjadi lebih baik.

“Makna Maras Tahun adalah jika tahun lalu sudah baik, maka tahun berikutnya diharapkan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Perawas, Yahya, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya warisan leluhur.

Ia berharap tradisi Maras Tahun terus dipertahankan karena tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kekompakan, dan silaturahmi antarwarga.

Melalui kegiatan ini, kita berharap tercipta kebersamaan dan persatuan yang semakin erat di tengah masyarakat,” kata Yahya.

Tradisi Maras Tahun hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Belitung sebagai simbol syukur, doa, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.