MPB Akan Gelar Dialog Publik Pariwisata: Pelaksanaan Sabtu, 30 Mei 2026 di Pendopo Tanjung Kelayang

Dalam acara ini MPB hanya sebatas memfasilitasi dan bukan sebagai provokator, namun hanya sebatas menjembati aspirasi antara pemkab dengan masyarakat. "Jadi tidak ada maksud lain namun lebih kepada upaya demi suksesnya pariwisata Belitung," katanya."

SIJUK – Masyarakat Peduli Belitong (MPB) bekerja sama dengan masyarakat Desa Tanjung Binga, Desa Keciput, dan Desa Tanjung Tinggi akan melaksanakan kegiatan bertajuk “Dialog Publik Menuju Pariwisata yang Sukses Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-118”.

Kegiatan dialog publik tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB, bertempat di Pendopo Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Ketua MPB Belitung, Drs. Hadi Adjin, didampingi Sekretaris MPB Sabriansyah, SKM, dalam keterangan pers pada Kamis (28/5/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata di Belitung.

Menurut Hadi Adjin, dialog publik tersebut akan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat dari tiga desa di kawasan pariwisata tersebut.

“Dalam acara ini kami juga mengundang Bapak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pimpinan DPRD Provinsi, Bupati Belitung, FORKOPIMDA Belitung, pimpinan DPRD Belitung, pihak-pihak terkait, serta masyarakat dari Desa Tanjung Binga, Desa Keciput, dan Desa Tanjung Tinggi yang berjumlah kurang lebih 200 orang,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar kegiatan dialog publik tersebut berjalan lancar dan sukses.

“Untuk itu kami mohon kiranya Bapak berkenan hadir dalam acara dialog publik dimaksud. Kami juga mohon dukungan agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kami juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan berpartisipasi dalam acara ini,” katanya.

Hadi menyampaikan bahwa dalam acara ini MPB hanya sebatas memfasilitasi dan bukan sebagai provokator, namun hanya sebatas menjembati aspirasi antara pemkab dengan masyarakat. “Jadi tidak ada maksud lain namun lebih kepada upaya demi suksesnya pariwisata Belitung,” katanya.”

Dialog publik ini juga diharapkan menjadi wadah aspirasi masyarakat serta pemangku kepentingan dalam mewujudkan sektor pariwisata Belitung yang maju, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.